Beritabuana.co

Senator

Sabam : Hukum Mati Koruptor

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sabam Sirait berharap Indonesia bisa lebih tegas menghukum koruptor seperti di China, India atau Malaysia. Negara tersebut tidak ragu menghukum mati para koruptor.

“Saya tetap ingin kita seperti China, India atau Malaysia, yang juga menghukum mati koruptor di dalam negeri,” kata Sabam saat mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR bersama masyarakat disekitar kediaman nya, Bintaro Permai, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018).

Anggota DPD dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini menyatakan prihatin karena Indonesia penuh dengan koruptor. Sabam menyatakan dia belum pernah mendengar pendapat dari tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat mengenai koruptor dihukum mati.

“Apakah kiyai, pendeta setuju koruptor di hukum mati? Apakah Amien Rais, MUI, Dewan-Dewan Gereja setuju koruptor di tembak mati?”

Sabam juga bertanya apakah kita berani mengatakan kepada saudara-saudara sendiri kita sendiri koruptor harus dihukum?

“Biar pun dia menantu kita, mertua kita, adek-adek kita, kalau korupsi harus di hukum,” kata Sabam.

Memang diakui tidak mudah untuk mengatakan koruptor di hukum mati. Meski demikian, politisi yang sudah ujur ini tetap menginginkan negara kita harus tegas terhadap koruptor siapa pun orangnya, seperti China yang menembak mati koruptor di negara tersebut.

Menurut Sabam, UU Anti Korupsi di era Presiden Soekarno dan era Presiden Soeharto menuntut tegas para koruptor sampai hukuman mati.

“Korupsi dan koruptor berbahaya bagi siapa saja,” kata Sabam sembari menambahkan, kita jangan takut dan ragu menghukum pelaku korupsi seberat-beratnya seperti di China yang menembak mati koruptor.

Acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR itu di ikuti sekitar 100 orang masyarakat termasuk perempuan dan anak-anak. Masyarakat itu adalah tetangga Sabam Sirait di Bintaro Permai, Jakarta Selatan. Mantan Sekjen DPP PDI ini selalu aktif bertatap muka dengan masyarakat termasuk pada saat mengadakan reses DPD RI. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top