Beritabuana.co

Legislatif

Fahri Bilang, Kebebasan Lahirkan Inovasi di Tengah Masyarakat

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hanzah. (Dok. CS)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, masalah komunikasi tidak diselesaikan oleh negara melainkan oleh rakyat sendiri. Tugas pemerintah adalah memberikan kebebasan, sehingga nantinya rakyat itu berpikir bagaimana menyelesaikannya.

“Masalah komunikasi di dunia saja, yang nyelesain itu Steve Jobb. Dulu juga ada orang ahli komputer namanya Allan Turing, bukan pemerintah,” sebut Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Dari komunikasi, maka akan memunculkan kebebasan, yang nantinya melahirkan ide-ide yang menyelesaikan masalah-masalah disekitar kita.

“Jadi tugas pemerintah menjaga suasana dan hawa kebebasan itu, sehingga pertemuan-pertemuan itu harus diapresiasi, dikembangkan. Biar saja begini,” ucapnya.

Apalagi, sambung politisi dari PKS ini, orang politik itu diantara pekerjaanya paling besar itu adalah melayani masyarakat, melayani konsituen. Karena fungsi dari lembaga DPR itu adalah tempat orang itu bercakap, mendiskusikan apa yang sedang terjadi.

“Maka setiap pertemuan itu mengatur komunikasi dan percakapan kita yang sedang berkembang. Itu lah manfaatnya pertemuan-pertemuan, dan kita bersyukur bahwa sekarang kita berada dalam nuansa kebebasan, dimana orang berkumpul itu gampang dan tak perlu dilarang-larang,” cetus Fahri.

Kalau dulu (era Orde Baru), lanjut anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, orang berkumpul saja dicurigai dan bisa dilapor ke aparat kalau salah. Tapi sekarang, menstruktur percakapan publik itu jadi enak karena ada kekebasan dalam bertemu, ada kebebasan di sosial media dan sebagainya.

“Ini harus disyukuri. Jangan ada keinginan bagi kita, pemerintah utamanya, mengkhawatirkan percakapan-percakapan, pertemuan, komunikasi itu seolah-olah sesuatu yang berbahaya. Nggak, itu buka aja,” sebutnya.

Yang namanya publik itu, menurut Fahri ada pro dan kontra, ada yang setuju nanti ada yang nggak setuju, ada yang radikal, ada yang moderat, ada yang ekstrim ke kiri dan ada juga ektrim ke kanan.

“Biarkan saja. Karena itu bagian dari dinamikan dialektika, yang itu semua pada ujungnya membuat sehat masyarakat, membuat subur lah ide-ide karena satu bangsa itu bukan diselesaikan masalahnya oleh pemerintah. Satu bangsa itu diselesaikan oleh rakyat sendiri. Tugas pemerintah adalah memberikan kebebasan, sehingga nantinya rakyat itu mikirin bagaimana menyelesaikannya,” tutupnya. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top