Beritabuana.co

Nasional

Mantan Direktur Pemasaran PT Pertamina, Achmad Faisal Diperiksa Kejagung Atas Dugaan Korupsi Investasi di BMG Australia Rp568 Miliar

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), telah memeriksa eks direktur pemasaran PT Pertamina (Persero) Achmad Faisal sebagai saksi dugaan korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 meski pernah diperiksa sebagai saksi perkara tersebut pada akhir 2017.

“Saksi pada pokoknya menerangkan mengenai proses dalam pengambilan keputusan akuisisi dan penentuan harga di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia”, kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum di Jakarta, Kamis (7/6)

Kerugian keuangan negara senilai 31,492 juta dolar AS dan 26,808 juta dolar Australia atau setara dengan Rp568,066 miliar berdasarkan hasil perhitungan Akuntan Publik.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya tim penyidik sudah menetapkan tiga tersangka dalam perkara itu, mantan direktur utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan dalam dugaan korupsi investasi perusahaan tersebut di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero), Genades Panjaitan (GP), sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-14/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018. Serta mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan (FS) berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-15/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) telah melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan “Agreement for Sale and Purchase-BMG Project” tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya “Feasibility Study” (kajian kelayakan) berupa kajian secara lengkap (akhir) atau “Final Due Dilligence” dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31,492 juta dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah 26,808 juta dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak Nasional.

Akibatnya ad kerugian keuangan negara cq. PT. Pertamina (Persero) sebesar 31,492 juta dolar AS dan 26,808 juta dolar Australia atau setara dengan Rp568,066 miliar sebagaimana perhitungan Akuntan Publik. Oisa

Comments

Most Popular

To Top