Beritabuana.co

Newstainment

Kiat Berkendara Saat Berpuasa

Foto ilustrasi

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kemacetan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian warga perkotaan, namun di bulan Ramadan hal ini harus mendapat perhatian khusus karena puasa berpotensi menurunkan konsentrasi, penglihatan dan reaksi terhadap kondisi jalan. Masalah yang paling sering dihadapi saat berkendara adalah kantuk di pagi hari dan kemacetan luar biasa di sore hari. Hanya saja hal ini sering diabaikan oleh para pengendara, sehingga dapat mengakibatkan risiko buruk terjadi.

Untuk itu, agar puasa lancar, pekerjaan tak terganggu, dan bisa buka puasa bersama keluarga di rumah, berikut beberapa kiat yang dapat diikuti:

  1. Tidur Cukup
    Jika Anda seorang pekerja yang setiap hari harus pergi pagi ke kantor dengan membawa kendaraan, optimalkan waktu tidur Anda malam sebelumnya. Sebisa mungkin hindari kegiatan yang dapat mengurangi waktu istirahat, seperti jalan-jalan atau nonton. Tidur yang cukup dapat menjadi solusi menghindari kantuk saat puasa, sehingga perjalanan ke kantor tetap aman.
  2. Sopan di Jalan
    Berusahalah untuk selalu berkendara sopan dan tertib di jalanan. Terutama saat jam-jam padat, hal ini sangat membantu mengurai dan mengurangi kepadatan lalu lintas.
  3. Kurangi Kecepatan
    Kantuk dan lelah dapat mengakibatkan kecelakaan. Untuk itu, jangan hanya karena alasan agar cepat sampai ke rumah Anda memacu laju kendaraan dengan cepat. Berkendaralah dengan kecepatan wajar dan sesuai kondisi jalanan.
  4. Gunakan GPS
    Saat ini sudah tersedia beberapa pilihan layanan pemantau kondisi lalu lintas melalui gawai. Optimalkan fungsinya untuk memantau kondisi jalanan, sehingga Anda dapat memilih rute tercepat untuk sampai ke tempat tujuan.
  5. Kendalikan Emosi
    Saat puasa, terutama menjelang berbuka, biasanya Anda ingin sampai tempat tujuan dengan cepat. Banyak dari kejadian seperti ini yang malah menjadi bumerang. Karena ingin sampai tujuan dengan cepat, banyak pengendara yang tidak memedulikan orang lain. Hasilnya, banyak kecelakaan terjadi karena alasan ini. Untuk itu, aturlah emosi Anda saat berkendara. Sabar dan jangan mengumpat saat menyetir.
  6. Lindungi Kendaraan
    Meski kelima langkah di atas sudah diterapkan, Anda tetap harus melakukan tindakan preventif untuk melindungi diri dan kendaraan dari musibah yang tak diinginkan. Karena meskipun sudah tertib di jalanan, bukan tidak mungkin pengendara lain menabrak mobil Anda. Di sinilah pentingnya asuransi yang akan memastikan ketenangan saat berkendara. Dengan asuransi, Anda tidak perlu khawatir jika terjadi kerusakan. Biarkan pihak asuransi yang memperbaiki mobil Anda. (Lsw)

Comments

Most Popular

To Top