Beritabuana.co

Headline

Grup Temboan Jadikan Musik Kolintang Warisan Dunia

Ilustrasi

BERITABUANA.CO, JAKARTA -Kolintang, musik tradisional Minahasa yang terbuat dari kayu saat ini tetap eksis, karena musik kolintang bukan lagi hanya milik orang Manado. Musik kolintang sudah menjadi budaya nasional, karena banyak grup kolintang yang kini tersebar di sejumlah kota besar di Jawa dan Bali.

Pagelaran festival kolintang bahkan hampir setiap tahun dilakukan seperti di Semarang, Denpasar dan Jakarta dengan berbagai kategori.

Awal tahun 70-an musik kolintang mulai merambah ke Jakarta, dengan munculnya grup kolintang kolintang Kadoodan dan Mawenang’s yang fenomenal.

Grup Kolintang Kadoodan yang diinisiasi Bapak Alfred Sundah alm. saat itu lagu-lagunya menjadi hits bagi Orang Kawanua di perantauan dan di Minahasa dan Manado.

Bapak Alfred Sundah, ayah kandung James Sundah, pencipta lagu hits “Lilin-lilin Kecil” yang memenangkan Lomba Cipta Lagu Remaja Radio Prambors tahun 1977.

Dari grup kolintang Kadoodan juga tercipta lagu yang sangat fenomenal tentang problematik kaum urban di ibukota Jakarta, “Sapa Suruh Datang Jakarta” . Lagu ini pun ” meledak”, karena nyaris semua suku di Indonesia menyukai lagu ini.

Zaman keemasan Kolintang Kadoodan yang dimotori pemain melodi Albert Runtunuwu bersama pemuda-pemuda asal Desa Lembean, Minahasa Utara, kemudian meredup walaupun lagu-lagu mereka tetap abadi di hati orang Minahasa.

Yang penting kolintang Kadoodan sebagai pionir yang menciptakan tonggak sejarah grup musik kolintang di tanah air.

Setelah hampir 50 tahun berlalu, kini ada satu grup musik kolintang yang coba menghidupkan sejarah baru musik kolintang. Grup Kolintang Temboan yang digawangi pentolan-pentolan pemusik kolintang asal Minahasa ini baru saja merekam lagu-lagu baru dan lama dengan aransemen dan corak musik yang khas.

Tak tanggung-tanggung grup musik kolintang yang baru terbentuk awal tahun 2018 ini sengaja membuat video klip di tempat-tempat kunjungan wisata di Minahasa, Tomohon dan Manado.

Saat acara paskah perkumpulan KKK di Cibubur, Sabtu (26/5) grup ini membuka stand sambil menawarkan lagu-lagu rekaman yang baru diedarkannya.

Antusiasme warga Kawanua terlihat menyerbu stand Temboan untuk mendapatkan CD dan DVD-nya. Kelly Mailoor, salah satu pengasuh Kolintang Temboan yang ditemui di lokasi mengaku cukup banyak warga Kawanua yang tertarik membeli CD/DVD lagu-lagu musik kolintang Temboan.

Apalagi penyanyi Putri Belanova yang ikut dalam rekaman Temboan, turut mempromosikan langsung lagu-lagunya.

Dijelaskan Kelly Mailoor, keberadaan stand grup kolintang Temboan di perayaan paska KKK mendapat dukungan dari panitia termasuk Ketua Umum KKK Ronny F. Sompie. Salah satu dibentuknya grup kolintang ini menurut Kelly, tujuannya untuk menjadikan musik kolintang sebagai heritage dan segera akan didaftarkan ke lembaga Unesco, sehingga kolintang masuk sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia. (Nico)

Comments

Most Popular

To Top