Beritabuana.co

Nasional

DPR Minta Jokowi Cepat Keluarkan Perpres dan PP Keterlibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme

Ilustrasi

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi), diminta secepatnya menerbitkan perpres dan PP sebagai aturan pendukung menyusul sudah disetujuinya RUU Antiterorisme menjadi UU. Pasalnya, batas waktu penyelesaian RUU, yang diberikannya Juni sudah terlampaui jauh.

“RUU Antiterorisme lebih cepat dari target pemerintah. Jadi pemerintah juga harus segera mempersiapkan aturan pendukungnya, seperti peraturan presiden dan peraturan pemerintah,” kata Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari dalam pesan tertulisnya, Sabtu (26/5/2018).

Almasyhari optimistis, RUU Antiterorisme yang baru disetujui DPR RI untuk disahkan Presiden menjadi undang-undang, dapat menjadi aturan yang dapat mencegah tindak pidana terorisme.

Dalam aturan itu, jelas politisi dari PKS itu, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) diberikan kewenangan untuk mencegah dan menindak terorisme.

Selain itu, semua komponen saling bersinergi, baik Polri, Densus 88, BNPT, BIN, BSSN dan TNI.

“Jadi kalau ada perbuatan terorisme, semuanya sudah bisa dimungkinkan untuk dicegah. Tentunya dengan tetap mengedepankan HAM, terukur dan tidak serampangan,” katanya.

Almasyhari kemudian memberikan  catatan terkait pelibatan TNI yang turut  diatur dalam RUU Antiterorisme ini, sebagai berikut:

• Pelibatan TNI menjadi wajib terkait dalam  pemberantasan terorisme, mengingat aksi terorisme semakin membahayakan masyarakat dan negara, sebagaimana  diatur pada pasal 43 (i). TNI dapat dilibatkan ketika kualitas dan kuantitas teror sudah sistematis, bersenjata dan membahayakan negara dan masyarakat.

• Berharap, pelibatan TNI juga diperkuat dengan penerbitan peraturan presiden (perpres) atau peraturan pemerintah (PP) sebagai turunan dari UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang bersinergi dengan UU Antiterorisme yang baru.

• Pengaturan melalui perpres atau PP, sangat penting untuk memastikan keterlibatan TNI ini terukur dan terarah, dengan target yang jelas, detail siapa, apa, dimana, berapa dan sejauh mana penggunaan satuan-satuan didalam TNI yang dilibatkan.

“Jangan sampai seperti  menepuk nyamuk dengan meriam,” kata Almasyhari. (Asmin)

Comments

Most Popular

To Top