Beritabuana.co

Headline

Nono Sampono: Ingat ! Teroris Bukan Hanya Musuh Negara, Tapi Musuh Dunia

Dialog Kebangsaan bertema "Pengaruh Terorisme Terhadap Keamanan Nasional" di Media Center Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. (Dok. Andoes)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono menegaskan, teroris bukan hanya musuh negara, tetapi sudah menjadi musuh dunia dan musuh kemanusiaan. Teroris juga bukan lagi sebuah tindakan kejahatan biasa, tetapi sudah sebagai tindakan kejahatan luar biasa.

Karena itu, Nono Sampono mengatakan, payung hukum terorisme harus menyentuh upaya pencegahan atau preventifnya, penanggulangan dan rehabilitasinya.

“Payung hukumnya harus menyentuh hal tersebut,” kata Nono dalam Dialog Kebangsaan bertema “Pengaruh Terorisme Terhadap Keamanan Nasional” di Media Center Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2018).

Nono menyatakan, perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan memudahkan menyatunya sel-sel teroris termasuk melakukan rekrutmen calon-calon teroris. Karena itu, sebelum alat-alat negara bekerja menjalankan tugasnya, payung hukum itu sudah harus tersedia.

“Bagaimana penanggulangannya, pencegahannya di lapangan dan bagaimana rehabilutasinya,” kata purnawirawan jenderal TNI ini.

Terkait peristiwa bom bunuh diri di Surabaya, Sidoardjo, dia menyatakan bukan lah sebuah akibat, tetapi sebuah proses yang sedang berjalan. Karena itu semua berfikir bagaimana terorisme diselesaikan.

Apalagi menurut Nono, aksi terorisme eskalasinya juga meningkat, makin canggih, melibatkan wanita dan melibatkan anak-anak.

“Ini memprihatinkan, kita patut melihat ini sebuah persoalan serius yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Penyelesaian itu dianalogkan seperti penyakit sariawan yang tidak hanya mengobati dibibir saja. Akar masalah, latar belakangnya harus diketahui. Terorisme juga demikian, dengan payung hukum yang ada, maka dibuat UU tentang Tindak Pidana Penanggulangan Terorisme.

“Kita sebagai negara hukum tidak bisa bergerak begitu saja,” kata Nono Sampono.

Dia pun mengingatkan, keterlibatan TNI dalam menangani terorisme harus memenuhi persyaratan. Maka UU yang mengatur persyaratan keterlibatan TNI menanggulangi terorisme.

“Ada permintaan Polri, ada keputusan politik,” kata Nono seraya menambahkan, kita sudah punya pengalaman TNI terlibat menanggulangi terorisme. Kalau TNI tidak dilibatkan, kata dia juga menjadi persoalan misalnya menggerakkan kapal perang.

“Jadi, keterlibatan TNI itu harus ada syarat-syaratnya, syarat waktu dan syarat keadaannya,” kata Nono. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top