Beritabuana.co

Nasional

Jaksa Agung Didesak Tahan Tersangka Betty Halim Atas Kasus Korupsi Dapen Pertamina

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Gara-gara salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun (Dapen) PT Pertamina, Betty Halim tidak ditahan, LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akan mempraperadilankan Jaksa Agung HM Prasetyo.

“Masak tersangka lainya sudah ditahan dan disidangkan, tapi yang satu ini kok belum juga. Makanya kami kirim surat ke Jaksa Agung untuk segera menahan tersangka Betty Halim. Dan kalau sampai 30 hari ke depan belum ditahan juga, MAKI akan ajukan gugatan praperadilan,” kata Koordinator LSM MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (23/5).

Menurutnya, dasar tuntutan untuk menahan Betty Halim itu, karena dua tersangka lainnya Helmi Kamal Lubis mantan Presdir Dapen PT Pertamina (Persero) dan Edward Sky Soeryadjaya, Direktur Ortus Holding Ltd, sudah ditahan dan diadili.

Tujuan desakan ini agar demi cepatnya penanganan korupsi demi mengembalikan kerugian negara. “Tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi,” kata Boyamin.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo meminta untuk menanyakan ke penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) terkait belum ditahannya tersangka baru dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) tahun 2013-2015, Betty Halim.

“Tanya ke penyidik sana (belum ditahannya Betty Halim),” katanya.

Dijelaskan Prasetyo, perkara dengan tersangka Betty Halim sampai sekarang akan terus berlanjut.

Namun soal belum ditahannya tersangka Betty Halim, Jaksa Agung memastikan tersangka tersebut tetap akan ditahan dan itu ada tahapan-tahapannya. “Kita lihat nanti waktunya,” katanya.

Seperti diketahui, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dalam suratnya mendesak Jaksa Agung agar segera menahan Betty Halim. Sekain itu, juga menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina tahun 2013-2015. 

“Kita sudah berkirim surat ke Jaksa Agung untuk menyampaikan permintaan penetapan Tersangka baru  dalam perkara ini,” ujar Boyamin menambahkan.

Dikatakan, desakan penetapan tersangka baru bukan tanpa dasar,  berdasar hasil audit BPK dan fakta hukum Putusan Nomor : 107 / PID.SUS / TPK / 2017 / PN.JKT.PST atas nama terdakwa M Helmi Kamal Lubis,  ada dugaan pihak terkait yang semestinya dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai perannya.

“Jika telah ditemukan minimal dua alat bukti dapat ditetapkan sebagai tersangka baru oleh Penyidik,” katanya. Oisa

Comments

Most Popular

To Top