Beritabuana.co

Metropolitan

ITW Ancam Gugat MRT Jika Jadikan Gojek Sepeda Motor Sebagai Angkutan Pengumpan

Ketua presidium ITW Edison Siahaan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Indonesia Traffic Watch ((ITW) menyebut apabila MoU antara PT Mass Rapid Transit (MRT) dengan gojek Indonesia wujudnya menjadikan sepeda motor sebagai angkutan umum pengumpan adalah bentuk nyata pelanggaran terhadap UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu llLintas dan Angkutan Jalan seperti yang tertuang dalam pasal 137 ayat 2.

“Sekaligus bukti bahwa konsep proyek MRT tidak matang itu tampak dari tidak tersedianya sarana prasarana dan infrastruktur pendukung. Sehingga gagap dan panik yang akhirnya membuat MoU dengan gojek untuk menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan pengumpan,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan dalam rilisnya, Rabu (23/5/2018).

ITW, tambah Edison, mendesak MRT untuk meninjau kembali MoU dan memastikan bahwa kendaraan pengumpan yang membawa penumpang menuju stasiun MRT bukan sepeda motor. Karena sepeda motor bukan untuk angkutan umum.

Apabila MRT tetap menggunakan sepeda motor sebagai angkutan pengumpan, maka, tegas Ediaon, itu adalah pelanggaran hukum. Tentu akan menimbulkan konsekuensi hukum berupa gugatan dari ITW.

“Kita tidak mempersoalkan MoU dengan pihak manapun, tetapi jika MoU tersebut bersepakat menggunakan sepeda motor untuk angkutan pengumpan, akan kami lakukan upaya hukum,” kata Edison.

Edison melanjutkan, selain melanggar hukum, MRT memiliki pengetahuan yang minim soal keselamatan berlalu lintas akhirnya menggerus kepeduliaanya terhadap keselamatan jiwa. (Rls)

Comments

Most Popular

To Top