Beritabuana.co

Nasional

Kejagung Tak Transparan Sidik Kasus Pembobolan Bank Mandiri Rp1,5 Triliun

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Proses penyidikan kasus korupsi pembobolan kredit PT Bank Mandiri Cabang Bandung kepada PT Tirta Amarta Bottling (TAB) Perusahaan sebesar Rp1,5 triliun tidak transparan. Karena itu LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mempertanyakan tidak terbukanya proses penyidik ​​yang dilakukan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penahanan lima kasus tersangka dugaan tersebut.

Selain itu, Surya Baruna Semenguk (SBS) selaku Komersial Banking Manajer, Frans Eduard Zandra (FEZ) selaku Relationship Manager dan Teguh Kartika Wibowo (TKW) selaku Senior Kredit Risk Manajer.

“Proses penyidikan kasusnya memang tidak transparan. Kalau alasannya khawatir terburu-buru ya gak masuk akal,” ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman tercari tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke Gedung Bundar, Kejagung, Senin (21/5).

Bahkan, MAKI jika Anda mengultimatum dalam ke depan tidak terbuka atas penahanan itu, akan mengajukan gugatan praperadilan.

Sampai sekarang, penyidik ​​Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) baru PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB) Rony Tedy dan Juventius sebagai Kepala Akuntansi PT TAB.

Namun untuk lima tersangka Bank Mandiri, Kejagung tidak pernah bersikap terbuka terhadap media yang telah memanfaatkan tiga tersangka itu.

Sementara itu, Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus, Warih Sadono membantahnya dan menegaskan bahwa penahanan terhadap lima tersangka pembobolan Mandiri itu sudah lama.

“Totalnya ada tujuh tersangka, dua dari PT TAB dan lima dari Bank Mandiri,” katanya.

Sementara itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memastikan kerugian yang disebabkan oleh kasus pencairan kredit Bank Mandiri kepada PT Tirta Amarta Bottling (TAB) tahun 2008-2015 mencapai Rp1,83 triliun.

“Hari ini datanglah Auditor Utama Investigasi Badan (BPK) untuk kami mengantarkan dokumen hasil penghitungan kerugian. Ini adalah hasil dari Bank Mandiri yang telah kami lakukan penyidikan sejak beberapa waktu,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman . Oisa

Comments

Most Popular

To Top