Beritabuana.co

Metropolitan

Jual Takjil di Bulan Puasa, Zaenal: Lumayan Keuntungannya Dapat Buat Beli Baju Lebaran Anak-anak

Jajanan berbuka puasa di Jalan Kebon Kacang 30, Tanah Abang, Jakarta Pusat

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rahmadhan sudah empat hari berlalu, pembuka puasa takjil tetap mendominasi. Keuntungan pun banyak diraih para penjualnya.

www.beritabuana.co, yang melakukan observasi di tempat jajanan berbuka puasa di Jalan Kebon Kacang 30, Tanah Abang, Jakarta Pusat, melihat sangat ramai pengunjung yang membeli makanan untuk berbuka puasa. Tapi hampir sebagian besar pengunjung membeli takjil, seperti kolak, goreng-gorengan dan lainnya.

Salah seorang pedagang takjil yang sempat berbincang, yakni Zaenal (46), dan kebetulan sebagai koordinator para pedagang, menjelaskan, pedagang makanan dan takjil dibawah komandonya ada sekitar 15 pedagang.

Menurut Bapak tiga orang anak ini, para pedagang setiap tahunannya di bulan puasa selalu menggelar makanan untuk berbuka.

“Gelaran makanan ini hasil kerjasama warga dan organisasi kepemudaan Karangtaruna Kebon Kacang, Tanah Abang. Semua ini juga seizin RT/RW setempat,” akunya.

Dan membuka lapak ini, tambah Zaenal, sudah ada 15 tahunan. Semua hanya diadakan pada bulan puasa. Selebihnya tidak

“Lapak-lapak itu hanya digelar pada bulan puasa saja. Mulainya pukul 15.00 WIB dampai pukul 18.30 WIB,” jelas Zaenal.

Makanan yang digelar beraneka rupa. Tapi khusua lapak Zaenal terlihat, bihun, kolak pisang, pacar cina, lontong, gorengan tempe, tahu bakwan dan kue-kue beraneka rupa

“Makanan yang saya jual ini dibuat sendiri. Lumayanlah keuntungannya. Hitung-hitung nanti ada biaya buat lebaran,” ungkap Zaenal.

“Saya gak ambil untung banyak. Ancar-acar kalo modal Rp 4500 dapat untungnya Rp 1000 – Rp 2000/satu macam makanan,” aku Zaenal.

Zaenal menambahkan, pokoknya dapat untung lumayan dari semua makanan. Karena makanan ini semua kita buat sendiri. Bukan ngambil dari orang lain.

“Lumayan deh untungnya. Bisa buat beli baju lebaran anak-anak. Juga istri. Saya mah gak mikirin itu. Yang penting untuk anak-anak dan istri,” kata Zaenal sambil melirik istrinya yang menimpali dengan senyum. (Nandar)

Comments

Most Popular

To Top