Beritabuana.co

Nasional

Kejaksaan Eksekusi Uang Samadikun Hartono Rp87 Miliar ke Bank Mandiri

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Tonny Tribagus Spontana dari uang Bantuan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), sebesar Rp87 Miliar dari Samadikun Hartono kepada Bank Mandiri guna disetorkan ke kas Negara

“Saya selaku Kajati DKI Jakarta, secara langsung dari uang tunai dari terpidana Samadikun Hartono sebesar Rp 87 Miliar kepada Bank Mandiri untuk disetorkan ke negara yang khas,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Tonny Tribagus Spontana saat pengiriman uang untuk Wakil Direktur Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Kamis (16/5).

Menurut Tonny, pembayaran uang dilakukan secara bergiliran selama 4 kali.

“Pertama Rp.40 miliar, kemudian Rp 41 Miliar, dan selanjutnya Rp 1 Miliar dan sekarang 87 Miliar. Jadi, terpidana Samadikun sudah melunasi pembayaran uang total negara total sebesar Rp169,4, ”ujarnya Tonny menandaskan.

Selanjutnya Tonny juga meminta kepada narapidana kasus lain-lain agar segera mengerjakan perintah putusan hakim.

“Momentum ini dan juga makna bagi terpidana yang lainnya. Hendaknya Melakukan pembayaran untuk negara. Jika tidak kami akan bertindak tegas, ”ujarnya.

Terkait barang-barang milik terpidana yang tergolong disita kejaksaan lantaran belum uang uang, Tonny menegaskan pihaknya akan memperbaikinya barang-barang yang disita tersebut kepada terpidana.

“Saat kerugian negara telah hilang, kita juga akan memperbaiki barang-barang yang disita tersebut kepada yang bersangkutan. Tentunya kita perhitungkan dulu secara teliti, apakah sudah sesuai dengan putusan Pengadilan atau belum, ”ujarnya

Sementara itu Kepala Seksi Kejangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nirwan Nawawi menambahkan, pembayaran uang yang tersebut, dilakukan melalui transfer bank Mandiri.

“Ditransfer oleh pihak Samadikun melalui bank Mandiri. Makanya hari ini kita ke Bank Mandiri untuk memastikan uang tunai ke Bank Mandiri, ”tandasnya.

Dalam serahterima uang itu, juga disaksikan Kajari Jakarta Pusat, Kuntadi, Wakil Direktur Bank Mandiri dan Komisaris, Widyo Pramono.

Seperti diketahui, dalam putusan Pengadilan Tipikor, Samadikun dijatuhi ayat empat tahun karena penyalagunaaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp169,4 miliar itu. Dia kabur sesaat setelah Mahkamah Agung (MA) menghidupkan vonis itu.

Samadikun Hartono dikumpulkan tim gabungan pada April 2016 setelah buron cukup lama, yaitu sejak tahun 2003. Namun, Samadikun baru tertangkap setelah 13 tahun. Nama Samadikun Hartono masuk dalam daftar buron Kejaksaan Agung. Pria kelahiran 4 Februari 1948 itu tersahan kasus penyimpangan BLBI saat menjadi presiden PT Bank Modern. Saat diminta oleh Tim di Kejaksaan Negeri Jakarta di Menteng, Jakarta Pusat, Samadikun sudah kabur entah ke mana.

Sebelumnya, buronan kasus BLBl lainnya yaitu Adrian Kiki juga telah diangkat menjadi pegawai pada 22 Januari 2014. Mantan Direktur Utama Bank Surya itu termasuk salah satu buronan kasus BLBl. Oisa

Comments

Most Popular

To Top