Beritabuana.co

Ekbis

Wow !!! Utang Indonesia Makin ‘Gemuk’, Yakni Rp 5021 Triliun

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) merilis total Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) kuartal I 2018 semakin ‘gemuk’, yakni tembus S$ 358,7 miliar, setara Rp 5021 triliun (kurs dolar AS Rp14.000). Utang ini terdiri dari utang pemerintah dan Bank Sentral US$ 184,7 miliar atau sekitar Rp 2.585 triliun dan utang swasta US$ 174 miliar atau sebesar Rp 2.436 triliun, yang jika ditotal sebesar Rp 5021 triliun.

Berdasarkan data BI, ULN tumbuh 8,7 persen, atau melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya 10,4 persen, karena ULN Pemerintah dan swasta lebih rendah dari kuartal sebelumnya.

Namun, Bank Sentral mengklaim perkembangan ULN terkendali dengan struktur sehat. Hal itu terlihat dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I tahun 2018 di kisaran 34 persen.

Dalam jangka waktu, ULN Indonesia akhir kuartal I 2018 didominasi ULN jangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN.

Melambatnya pertumbuhan ULN swasta terjadi akibat sektor industri penglolahan dan sektor pengadaan listrik, gas dan uap air panas. Pertumbuhan ULN sektor industri penglolahan pada kuartal I 2018 tercatat 4,4 persen dan 19,3 persen lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.

Untuk pertumbuhan ULN sektor pertambangan meningkat dan pertumbuhan ULN sektor keuangan relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya.

Akhir kuartal I 2018, ULN Pemerintah US$ 181,1 miliar. Yakni SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar US$ 124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar US$ 56,3 miliar.

ULN Pemerintah akhir triwulan I tahun 2018 meningkat US$ 3,8 miliar dari kuartal sebelumnya. Peningkatan bersumber dari penerbitan Global Sukuk US$ 3 miliar, di dalamnya termasuk Green Bond atau Green Sukuk Framework US$ 1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Untuk SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN kuartal I 2018. Perkembangan terkait kepercayaan investor asing atas SBN domestik masih tinggi, ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada 7 Maret 2018. (Lia)

Comments

Most Popular

To Top