Beritabuana.co

Ekbis

HKTI akan menggelar ASAFF 2018

Ketua Umun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (FOTO ISTIMEWA)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sehebat apapun persenjataan sebuah negara, keamanannya akan terancam bila sektor pangannya rapuh. Oleh karena itu sektor pertanian harus mendapat perhatian serius agar segera dibenahi. Ketahanan dan kedaulatan pangan bisa jadi ancaman serius bila petani dan pertanian tidak dibenahi, demikian diungkpan Ketua Umun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko melalui siaran persnya, hari ini (15/5) kepada beritabuana.co

Sejalan dengan hal tersebut, HKTI akan menggelar ‘Asian Agriculture and Food Forum 2018’ (ASAFF 2018) untuk membangun kekuatan pangan dan pertanian di negara-negara Asia. Forum dengan tema ‘Transforming Challenge into Opportunity: Food Security and Agriculture Innovation digelar pada 28 Juni – 1 Juli 201 di Jakarta Convention Center. Kegiatan ini akan dimeriahkan dengan beberapa program seperti pameran pertanian, konferensi keamanan pangan dan inovasi pertanian, forum bisnis, festival pangan, dan Anugerah Petani Muda Inovatif.

Kegiatan ini diharapkan akan terus meningkatkan potensi pertanian Indonesia dan membangkitkan semangat para petani, khususnya petani generasi muda. Seperti diketahui, potensi terbesar produk pertanian Indonesia adalah padi yang menjadi produk utama dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian nasional. Pada tahun 2005 kebutuhan beras setara 52,8 juta ton gabah kering giling (GKG). Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras sampai pada 2025 diprediksikan masih akan terus meningkat mencapai 65,9 juta ton GKG.

Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, maka untuk dapat memberikan jaminan pangan kepada pertambahan penduduk tersebut, diperlukan jaminan ketersediaan pangan yang memadai. Oleh karena itu segala daya dan upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan, baik melalui program swasembada atau bahkan mengimpor, demi menjaga adanya stabilitas ekonomi dan politik nasional.(Lsw)

Comments

Most Popular

To Top