Beritabuana.co

Nasional

KOWANI Kecam Teror Bom Surabaya

Ketum KOWANI, Giwo Rubianto.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengecam keras atas keganasan teror bom yang menimpa 3 gereja di Surabaya, yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia dan 41 terluka parah.

“Kami turut berduka  kepada korban dan keluarga korban bom Surabaya. Ini merupakan tindakan yang tak bisa ditoleransi,” kata DR.Ir. Giwo Rubianto, Ketua Umum KOWANI dalam siaran persnya yang diterima beritabuana.co, Minggu (13/5/2018).

KOWANI pun mengharapkan kepada semua pihak terkait dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cepat agar Indonesia kembali damai, aman, tanpa gerakan terorisme. Karena, terorisme merupakan kejahatan serius.

“Tak ada agama yang mengajarkan terorisme. Semua agama mengajarkan kedamaian dan kebaikan. Terorisme TIDAK MEMPUNYAI TEMPAT DI BUMI INDONESIA,” tegasnya.

Gerakan terorisme/radikalisme, sambung Giwo harus terus diwaspadai karena mereka memiliki agenda terselubung yang bisa memecah belah bangsa Indonesia. Masyarakat tak boleh cemas apalagi takut.

“Kita semua harus bersatu melawan terorisme. Semua agama mengajarkan kasih sayang dan tanpa kekerasan. Sebagai Ibu Bangsa maka perempuan harus aktif dalam meningkatkan kerukunan, harus aktif mencegah potensi terorisme  serta meningkatan ketahanan keluarga untuk mencapai Indonesia aman dan damai,” imbuhnya.

KOWANI didirikan melalui Kongres perempuan pertama pada tanggal 22 desember 1928 di Jogyakarta, sekarang Kowani yang merupakan organisasi federasi telah memiliki anggota 91  organisasi perempuan tingkat pusat yang memiliki anggota lintas sektoral dan lintas agama (Islam, Kristen, Budha dan Hindu) dengan jumlah anggota sebanyak 60 juta. (Jim)

Comments

Most Popular

To Top