Beritabuana.co

Opini

Fahri Hamzah, Antara Mahatir Mohammad dan Anwar Ibrahim

Mahatir Mohammad dan Anwar Ibrahim,

Fahri Hamzah. (Dok.Ist)

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI bidang Kesra)

TAHNIAH kepada Tun Dr Mahathir Mohamad @chedetofficial atas pelantikan beliau sebagai PM baru Malaysia. Semoga Allah SWT mempermudah segala urusan kita dalam menjaga Ummat dan Bangsa. Indonesia akan selalu menjadi saudara terdekat Malaysia.

Di antara kebahagiaan saya pribadi dengan perkembangan di Malaysia adalah karena ada 2 tokoh besar yang bertarung tadinya, kini bersatu. TunMahathir dan DS @anwaribrahim adalah dua tokoh yang legendaris dan saya kagumi. Pak Anwar tentu saya lebih kenal dekat.

Dan yang menarik karena yang pertama membawa saya bertemu Keduanya adalah Prof. Amien Rais. Suatu hari sekitar Juni atau Juli 1998 kami ke Malaysia untuk sebuah seminar di UTM. Malaysia memang lagi hangat kena imbas reformasi di Indonesia.

Hampir saja kami dihambat masuk Malaysia, karena ada yang Menterjemahkan seolah kedatangan kami ke KL akan mengekspor #Reformasi1998 yang baru sana mengakibatkan pergantian rezim di Indonesia. Akhirnya kami boleh masuk.

Waktu itu, pak Mahathir adalah perdana menteri ke-4 yang berkuasa sejak 1981 sampai 2003. Pada masa itu, ada mahasiswa yang mulai menggaungkan isu reformasi. Maka, sejak itu Malaysia agak sensitif dengan situasi ini.

Seselesai acara di UTM, kami ditunggu Datuk Seri @anwaribrahim di kantor Timbalan Perdana Menteri dan kami langsung diterima di ruangan kerja beliau yang tidak besar dan padat. Seorang pria bersahaja menjemput dengan pakaian Melayu yang khas.

Pak Amien dijemput dengan sangat bersahabat oleh pak Anwar Persis seperti saudara sendiri. Lalu pak Amien memperkenalkan kami satu per satu. Percakapan pun berlangsung dengan santai, di mulai dengan pertanyaan tentang bagaimana keadaan presiden Habibie .

Pak Amien lalu menjelaskan tentang apa yang disebut reformasi dan kenapa beliau memberikan dukungan atas pelantikan Pak Habibie. Intinya, reformasi itu soal siatem. Indonesia sedang menjalankan agenda perubahan sistem pemerintahan.

Lalu pak Anwar cerita soal situasi Malaysia waktu itu, beliau sampaikan bahwa ada yang memasukkan laporan ke pak Mahathir supaya melarang pak Amien masuk. Tapi pak Anwar menyampaikan jaminan, “pak Amien adalah sahabat dan saudara saya”, kata beliau ke PM.

Lebih jauh, Pak Anwar menjelaskan hubungan pribadinya dengan Pak Mahathir sebagai pada bahan PM dan wakil PM, “saya kadang merasa seperti informal, seperti anak dan bapak, tapi ada saja yang ingin adu domba saya”. Demikian kalimat beliau agak lirih.

Suara pak Anwar nampaknya isyarat bahwa hubungan beliau dengan PM sudah mulai retak karena Tiba2 di malaysia mulai terjadi gerakan reformasi yang akhirnya dalangnya dituduhkan ke pak Anwar. 2 September 1998 beliau dipecat dari UMNO dan gerakan reformasi makin meluas.

Inilah awal perpecahan 2 tokoh yang telah bersahabat dan meniti karir di UMNO selama 21 tahun. Perpecahan ini membuat pak Anwar keluar masuk penjara. Sekarang mereka bersatu kembali. Semoga ini pertanda kejayaan Malaysia ke depan.

Bersambung:
Nantikan bagian ke-2 tentang pengalaman berkomunikasi dengan ayah @n_izzah ini sebagai oposisi. Ada kisah menarik saya di-interogasi intelijen malaysia setelah ceramah di rumah DS.

Twitter @Fahrihamzah, Jakarta 11 Mei 2018

Comments

Most Popular

To Top