Beritabuana.co

Metropolitan

Kabid Humas: Polda Tak Tebang Pilih Tangani Kasus, Laporan Dugaan Penipuan Ketua DPRD DKI Juga akan Ditindaklanjuti

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pihak Polda Metro Jaya menegaskan tidak akan tebang pilih untuk mengusut suatu kasus hukum. Hal ini ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono pada Selasa (8/5/2018).

Penegasan Argo itu ditujukan pada laporan yang menyeret Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, atas dugaan penipuan.

“Tentunya kita menerima laporan dan kita melakukan penyelidikan kembali, itu sudah SOP,” kata Argo.

Argo menegaskan, penyidik akan segera memanggil pelapor yakni Zaini. “Penyelidikan kita akan memintai klarifikasi, kemudian saksi lain seperti apa? Kita akan meminta barang bukti apa yang dia punya. Seperti apa. Semuanya akan diklarifikasi,” kata Argo.

Hanya saja, Argo enggan membeberkan agenda permintaan keterangan ke Zaini. Untuk saat ini, penyidik masih fokus meneliti berkas laporan hukum yang menyeret Prasetio.

“Ya nanti kan secara bertahap, kita lakukan klarifkasi,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Prasetyo dilaporkan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Klarifikasi

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi sudah menanggapi pelaporan atas dirinya oleh mantan Sekda Provinsi Riau berinisial ZI terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 3,2 miliar. Prasetyo menilai laporan tersebut sebagai sebuah sensasi.

Prasetyo mengaku tidak pernah mengenal ZI yang melaporkan diringa ke Polda Metro Jaya tersebut. Dia juga menegaskan tidak pernah ada urusan dengan persoalan yang terjadi di pemerintahan Provinsi Riau.

“Saya tidak pernah kenal si pelapor dan tak pernah ada urusan dengan Riau,” kata Prasetyo saat dikonfirmasi.

Prasetyo juga menilai, mantan Sekda Provinsi Riau tersebut hanya mencari perhatian. Dia merasa posisinya sebagai Ketua DPRD DKI rawan didompleng.

“Saya anggap ini orang yang cari perhatian, karena bagaimanapun saya ini Ketua DPRD, bisa jadi dia mau dompleng tenar,” katanya.

Terkait dengan dana Rp 3,2 miliar yang dituding ZI digelapkan oleh dirinya, Prasetyo mengaku tidak tahu. “Saya nggak ngerti dari mana tudingan penggelapan tersebut. Intinya saya tidak pernah kenal dengan orang ini,” kata Prasetyo.

Prasetyo juga menambahkan, dirinya suda menunjuk kuasa hukum atas kasus ini. “Masalah hukum, saya sudah serahkan ke pengacara saya saudara Ronny Talapessy SH,” katanya.

Seperti sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD DKI JakartaPrasetyo Edi Marsudi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail. Politikus PDIP itu dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Zaini melaporkan Prasetyo ke Polda Metro Jaya melalui pengacara bernama Willam Albert Zai pada 30 April 2018. Laporan tersebut telah diterima polisi dengan nomor LP/2369/IV/PMJ/Dit. Reskrimum.

“Iya benar. Saya mewakili klien saya untuk melaporkan dugaan penipuan itu,” kata William saat dikonfirmasi, pada Senin (7/5/2018).

William menyebutkan, jika motif penipuan yang diduga dilakukan Prasetyo yakni mengimingi-imingi Zaini untuk bisa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau. Atas janji dan jabatan itu, Zaini pun memberikan uang sebanyak Rp 3,2 miliar kepada Prasetyo.

“Pemberian uang itu itu dilakukan secara bertahap. Menurut keterangan klien kami seperti itu. Dijanjikan sebagai Plt Gubernur Riau,” katanya.(CS)

.

Comments

Most Popular

To Top