Beritabuana.co

Headline

Sebagai Pimpinan DPR, Bamsoet Prihatin Ada Anggotanya Kena OTT KPK Lagi

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (Dok. Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengaku prihatin adanya anggota DPR RI yang kembali terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlebih, saat ini DPR tengah berbenah diri untuk membangun citra dan kepercayaan masyarakat.

“Saya sebagai pimpinan DPR, tentu sangat prihatin, dengan adanya peristiwa ini. Apalagi, terjadi ditengah kita sedang bebenah,” ucap Bamsoet sapaan akran politisi Partai Golkar itu dalam siaran persnya, Sabtu (5/5/2018).

Diketaui kalau anggota DPR yang di-OTT KPK adalah Amin Santono, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat itu yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap.

Dalam OTT pada Jumat malam (4/5/2018) di Jakarta, KPK menemukan uang ratusan juta rupiah yang diduga uang suap pengurusan anggaran dari daerah di Provinsi Jawa Barat, untuk dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018.

Melanjutkan pernyataannya, Bamsoet menyadari, memang tidak mudah mendorong 560 anggota DPR dari 10 partai politik dan berasal dari berbagai latar belakang untuk mengayunkan langkah bersama membangun citra dan menjaga marwah DPR.

“Saya berharap peristiwa tangkap tangan ini adalah yang terakhir, mengingat kita sedang berbenah diri dan menjaga agar partai-partai yang kini berada di senayan tetap terjaga elektoralnya menjelang pemilu 2019. Dan bisa tetap bertahan pada periode 2018-2024 mesti ambang batas bagi partai politik kini meningkat empat persen,” harapnya.

Padahal sebagai pimpinan DPR yang baru, Bamsoet mengaku tengah bertekad untuk segera mewujudkan DPR RI sebagai parlemen modern dan terpercaya. Tujuannya, agar DPR RI tidak kalah dengan parlemen negara lain serta tertinggal perkembangan jaman. Berbagai perbaikan terus dilakukan untuk menuju Parlemen modern sesuai dengan perkembangan dan kondisi era milenial.

“Saya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari KPK mengenai identitas resmi anggota DPR yang terkena OTT dan dugaan yang bersangkutan telah melakukan apa. Apakah terkait permainan anggaran atau ada hal lain,” katanya.

Mengenai status keanggotaan yang bersangkutan, menurut Bamsoet, bolanya ada di Fraksi tempat yang bersankutan bergabung. Dirinya sebagai Pimpinan DPR menyerahkan kepada Fraksinya untuk melakukan tindakan.

“Sekali lagi saya berharap ini merupakan OTT terakhir bagi anggota DPR,” imbuhnya seraya berpesan kepada anggota DPR agar fokus menyelesaikan tugas-tugas kedewanan yang hanya tinggal satu tahun.

Memperjuangkan anggaran untuk daerah pemilihan (Dapil), tambah bekas Ketua Komisi III DPR itu, merupakan tugas bagi anggota DPR. Ini sesuai dengan fungsi legislatif di bidang anggaran.

“Tetapi, yang tidak boleh adalah menerima sesuatu dari anggaran yang diperjuangkan tersebut,” ujarnya mengingatkan.

Bahkan, dalam pertemuan informal dengan para Ketua Fraksi di DPR, Bamsoet selalu mendorong agar setiap ketua fraksi mengingatkan anggotanya tidak melakukan perbuatan tercela. Apalagi, membangun citra positif DPR tidaklah mudah.

Karenanya, dia mengajak seluruh anggota DPR untuk bersama menjaga amanah rakyat ini dengan bekerja sebaik-baiknya. Sehingga, lembaga ini bisa menjadi lebih berwibawa dan bermartabat.

“Kita punya tugas besar mengawal demokrasi dan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan agar sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Di sisi lain, Bamsoet mendukung langkah KPK melakukan OTT untuk memberantas korupsi. Hanya saja, KPK diminta juga mengedepankan upaya pencegahan. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top