Beritabuana.co

Headline

Ini Loch Sosok Amin Santono, yang Kena OTT KPK Pada Jumat Malam

Amin Santono, Anggota Komisi CI DPR dari Frksi Demokrat,

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Amin Santono adalah nama anggota Komisi XI DPR RI, yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (4/5/2018) malam.

Diketahui, Amin Santono merupakan anggota dewan dari Fraksi Demokrat asal Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Barat.

Ia ditangkap di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dalam proses penangkapan itu tim KPK dibantu Polisi Militer TNI AU.

Sementara itu delapan orang lainnya diciduk pada waktu hampir bersamaan di sejumlah lokasi di Jakarta.

Di Senayan, Amin Santono duduk di Komisi XI berkaitan Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Perbankan.

Ia lahir di Kuningan, 25 April 1949, berhasil terpilih kembali menjadi Anggota DPR 2014-2019 dari Partai Demokrat untuk Dapil Jawa Barat X setelah memperoleh 23.948 suara.

Ditarik mundur ke belakang pada periode 2009-2014, ia bertugas di Komisi XI DPR-RI yang membidangi keuangan, perbankan dan di Badan Anggaran (Banggar).

Amin berlatar pendidikan sarjana Administrasi Niaga di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YAPPAN, Jakarta, lulus 1998.

Pada 2003 namanya pernah dinominasikan sebagai salah satu calon bupati Kuningan oleh warga setempat, tapi tidak jadi diambil.

Ia mulai aktif dalam keanggotaan di Partai Demokrat dengan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat pada 2006.

Pada 2013 Partai Demokrat menominasikan Amin sebagai salah satu bakal calon Bupati Kuningan yang diusung Demokrat, tapi Amin menyerahkan nominasi tersebut kepada orang lain dan lebih memilih tetap di DPR.

Amin menjadi pelaku voting yang setuju kenaikan harga BBM pada Maret 2012, dan kembali mengikuti instruksi Fraksi Demokrat untuk setuju kenaikan harga BBM dalam voting APBNP 2013 pada Juni 2013.

Ia sempat diisukan dalam dugaan skandal asmara dengan sesama anggota DPR dari Fraksi Demokrat, tapi tidak terbukti.

Amin cukup sering mengikuti rapat-rapat Komisi XI membahas RAPBN/RAPBNP sebelum hasilnya dibawa ke Badan Anggaran untuk dirapatkan lagi, tapi tidak banyak melakukan interupsi atau penyampaian pendapat.

Ia intens hadir dalam rapat pembahasan RKAKL (Rancangan Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga) mitra Komisi XI (seperti kementerian keuangan).

Dalam 5 tahun berada di DPR, Amin tidak mengalami konflik internal dengan jajaran pimpinan fraksi Demokrat karena Amin selalu mematuhi instruksi fraksi atau partai.

Ia pernah melakukan ‘fit and proper test’ calon deputi gubernur Bank Indonesia. Pada 20 April 2015 ia bertanya pada calon deputi gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto, bagaimana mekanisme terbaik untuk mengendalikan moneter, tetapi tidak membuat BI Rate semakin tinggi.

Pada 7 April 2015 ia meminta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN apa itu Tabungan Cermat untuk mengetahui kinerja Bank Tabungan Negara. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top