Beritabuana.co

Nasional

Wakil Jaksa Agung : Idealnya Perlu Anggaran Rp10 Triliun Mereformasi Kejaksaan RI

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Jaksa Agung (Waja) Arminsyah menegaskan, idealnya diperlukan dana sebesar Rp10 triliun guna mewujudkan reformasi kejaksaan RI secara optimal.

“Idealnya anggaran kejaksaan itu perlu Rp10 triliun, sementara tahun ini hanya disediakan Rp6 triliun,” kata Wakil Jaksa Agung Arminsyah seusai menutup acara Bimbingan Teknis Reformasi Birokrasi (Bimtek RB) Kejaksaan RI di Jakarta, Kamis (3/5).

Dia menambahkan anggaran yang telah membentuk reformasi birokrasi kejaksaan, seperti dalam penanganan perkara. “Satu perkara satu Kejari (Kejaksaan Negeri),” katanya.

Selain itu, jumlah personel kejaksaan di seluruh Indonesia juga masih kurang. Banyak daerah tertentu yang jaksanya tidak sesuai dengan jumlah perkara yang ada.

“Kita juga meminta untuk penambahan personel jaksa,” kata Armin menandaskan.

Solusi dalam mengatasi keterbatasan anggaran itu, lanjut Armin, satu-satunya meningkatkan kinerja dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah bahwa kejaksaan layak mendapatkan penambahan anggaran kepada DPR.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo dalam acara nota kesepahaman antara Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bulan Maret 2018 silam, juga mengeluhkan soal minimnya anggaran yang meneras kejaksaan.

“Ini bukan curhat Bu Menteri. Untuk penegak hukum, Kejaksaan adalah yang paling kecil dalam jatah Anggaran,” kata Prasetyo dalam kesempatan tersebut.

Kejaksaan Agung (Kejagung) dituntut untuk menangani kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Banyak kegiatan yang dilakukan.

“Setiap tahun kejaksaan hanya mendapat jatah 1 perkara, ini yang kita hadapi sekarang,” katanya. Oisa

Comments

Most Popular

To Top