Beritabuana.co

Nasional

Kejagung Siapkan 10 Kejari Jadi Percontohan Reformasi Birokrasi

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) siapkan 10 Kejaksaan Negeri (Kejari) di seluruh Indonesia untuk memilih proyek percontohan reformasi birokrasi kejaksaan.

“Dalam program reformasi birokrasi kejaksaan itu, kami akan mengambil beberapa contoh Kejari yang kita pantau, kita bimbing dan menjadi proyek percontohan,” kata Wakil Jaksa Agung (Waja) Arminsyah seusai acara penutupan Bimbingan Teknis Reformasi Birokrasi (Bimtek RB) Kejaksaan RI di Jakarta , Kamis (3/5).

Karena itu, lanjut Armin, sudah dipergunakan untuk Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) untuk mengirikan calon Kejarinya sebagai proyek percontohan.

“Kita sudah meminta para Kajati untuk mengirimkan, kemudian dari situ kita Selesaikan bekerja sama dengan pengawasan. Kemudian disebut sebagai Kemenpan RB, ”kata Armin menandaskan.

“Nanti dari 10 Kejari itu akan menjadi hasil percontohan bagi yang lain dalam reformasi birokrasi kejaksaan,” kata mantan Jamintel menambahkan.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan bahwa masalah akuntabilitas adalah salah satu isu strategis reformasi reformasi yang memungkinkan lembaga-lembaga untuk memberikan pemahaman dan menyatukan pola-pola yang berkaitan dengan rencana strategis.

“Program kerja, kerja sama, laporan kinerja dan indikator kinerja utama, baik dalam tataran konseptual, punyusunan, penerapan maupun evaluasi,” katanya.

Dia menambahkan, program bimbingan teknis yang terkait dengan kinerja yang sangat diperlukan baik di tingkat pusat maupun daerah, mengingat rekomendasi dan hasil di atas hasil kinerja keuangan Kejaksaan RI Tahun 2016, dan lain lain “Memutakhirkan rencana strategis kejaksaan RI dan Kinerja Utama (IKU) yang telah direvisi benar-benar sudah digunakan untuk penyempurnaan unit kerja, kinerja penuh (PK), kinerja, dan uang yang digunakan untuk kerja di kantor. Kejari.

Meskipun hasil peringkat lakip Kejaksaan RI Tahun 2016 dengan nilai B (61,10) yang mengalami peningkatan dari hasil tahun 2015 dengan Nilai cc (50,02), akan tetapi kami tidak dapat berbunga dan berpuas diri karena pekerjaan rumah masih harus selesai

Diantaranya, kejaksaan belum melaksanakan penetapan kerja (PK) secara berjenjang dan pengkhususan sampai tingkat satuan kerja kejaksaan negeri, melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja dan kinerja sistem dengan baik.

“Selain itu, kejaksaan juga masih harus mengembangkan sistem informasi akuntabilitas berbasis elektronik (e-sakip), meningkatkan kualitas dan meningkatkan kualitas internal akuntabilitas kinerja,” kata Prasetyo. Oisa

Comments

Most Popular

To Top