Beritabuana.co

Militer

Resmikan Kodim 1628/SB, KSAD: Fungsi Komando Kewilayahan Penting untuk Antisipasi Potensi Ancaman Terhadap Negara

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Perkembangan wilayah Sumbawa Barat yang telah dimekarkan menjadi delapan kecamatan dengan 14 pulau kecil seluas 828,3 hektar akan berpengaruh terhadap potensi ancaman.

Dengan kondisi tersebut tentu dibutuhkan peran komando kewilayahan yang efektif, untuk melakukan penanganan masalah pertahanan dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan integratif.

Hal inilah yang mendasari pentingnya pembentukan Kodim 1628/Sumbawa Barat. Ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono saat meresmikan pembentukan Kodim 1628/Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (3/5).

KSAD mengatakan pada tataran operasional, tugas pokok Komando Kewilayahan adalah mewujudkan pertahanan wilayah, sedangkan tugas pokok Pemerintah Daerah adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara, pada implementasinya, pembangunan di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dan ketahanan wilayah yang memadai membutuhkan prakondisi aman dan tentram.

“Perwujudan kondisi aman dan tentram tersebut merupakan tugas dari Komando Kewilayahan bersama-sama dengan Polri dan aparat pemerintahan yang lain, serta bergantung juga pada tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata KSAD.

Dalam hal ini, lanjutnya hubungan antara tiga pilar tersebut adalah sebagai mitra strategis dalam pengabdian, yang saling mendukung dan saling melengkapi satu sama lain.

Dari pertimbangan tersebut, sebagaimana yang tertuang dalam Renstra TNI AD 2015-2019, secara terus menerus TNI AD melakukan penataan organisasi di jajarannya, salah satu diantaranya adalah pembentukan Kodim 1628/Sumbawa Barat.

Kontribusi Kodam IX/Udy-Pemda

Ditegaskan KSAD terbentuknya Kodim 1628/Sumbawa Barat ini tentunya tidak terlepas dari kontribusi, kerja keras dan kerjasama banyak pihak, khususnya Kodam IX/Udayana dan jajarannya serta Pemerintah Daerah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga seluruh proses perencanaan, persiapan dan pembangunan Kodim 1628/ Sumbawa Barat ini dapat terselenggara dengan baik.

“Menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, karena tanpa itu semua, tentunya kita tidak akan menyaksikan bangunan baru dan megah di sekeliling kita ini,” ucap KSAD.

KSAD menjelaskan, ditinjau dari aspek geografis, wilayah ini memiliki kondisi geografis yang sangat bervariasi, antara lain daerah perkotaan, pertanian, pantai dan industri, yang mengakibatkan sulitnya komando dan pengendalian serta kompleksitas penanganan masalah yang waktu itu dilakukan oleh Kodim 1607/Sumbawa.

“Wilayah ini juga memiliki garis pantai yang sangat panjang, di Bagian Barat Pulau Sumbawa. Panjangnya garis pantai tersebut sangat rentan untuk digunakan sebagai tempat penyelundupan Narkoba maupun barang-barang ilegal lainnya,”

Selain itu, Sumbawa Barat, jaraknya tidak terlalu jauh dari ibu kota Mataram dan Bali, sehingga sangat memungkinkan dijadikan sebagai daerah basis operasi oleh kelompok radikal maupun lainnya yang merencanakan aksi sabotase, teror dan penggalangan massa, dengan Bali sebagai sasarannya.

Dengan dibentuknya Kodim 1628/Sumbawa Barat, maka diharapkan rentang dan fokus Kodal Korem 162/WB dalam membantu mengatasi permasalahan di wilayah ini akan lebih efektif dan efisien.

“Untuk mengantisipasi kompleksitas ancaman dan tantangan tugas tersebut, serta dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat, maka pasca pembentukannya, Kodim 1628/Sumbawa Barat, harus segera menyiapkan diri agar dapat melaksanakan tugas pokoknya dengan baik,” ucap KSAD.

Jenderal TNI Mulyono secara tegas memerintahkan pimpinan dan jajaran Kodim 1628/Sumbawa Barat untuk membangun kerjasama yang terintegrasi dengan kepolisian dan seluruh aparat pemerintahan daerah.

“Saya perintahkan, agar Dandim 1628/Sumbawa Barat segera bangun sistem kerja terintegras dengan Polres maupun Pemerintah Daerah serta komponen masyarakat lainnya, kemudian lakukan monitoring dan antisipasi setiap potensi kerawanan yang ada secara cepat, tepat dan dengan resiko yang seminimal mungkin. Pahami dan pedomani MoU bantuan TNI ke Polri serta berbagai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta secara baik,” egas KSAD.

Dengan dibentuknya Kodim 1628/Sumbawa Barat, Koramil-Koramil yang berada di Wilayah Sumbawa Barat yang semula berada dibawah kendali Kodim Sumbawa beralih kendali dibawah Kodim 1628/Sumbawa Barat. (Dispenad)

Comments

Most Popular

To Top