Beritabuana.co

Newstainment

Pasar Malam Aquatic Surga Belanja di Bangkok

Foto oleh Nico Karundeng

Salah satu surga belanja di Bangkok, yaitu Asiatiq Market yang berada di tepi Sungai Chao Phraya. Pasar yang dijuluki floating market ini mirip pasar malam di Jakarta, karena hanya dibuka pada malam hari.

NICO KARUNDENG (DEWAN REDAKSI WWW BERITABUANA.CO)

THAILAND, identik dengan Bangkok yang saat ini berpenduduk 12 juta lebih jiwa. Bangkok yang luasnya hampir sama dengan Jakarta kini juga mulai dilanda kemacetan lalulintas pada jam-jam sibuk, padahal hampir semua wilayah sudah terdapat jalan tol.

Transportasi massal seperti MRT sudah lebih dari 20 tahun ditambah kereta monorel dan angkutan sungai dari sungai-sungai kecil yang terhubung dengan sungai terbesar di Thailand Sungai Chao Phraya.

Ada sungai besar lainnya Sungai Mekhong yang membela Thailand, tapi sungai ini hulunya di RRC kemudian melewati Myanmar Laos dan Kamboja.

Sedangkan Sungai Chao Praya hulunya di Propinsi Chiang Mai, ujung utara Negeri Gajah Putih ini. Sungai sepanjang 300 km ini yang mendatangkan anugerah bagi Thailand sebagai salah satu negara paling subur di dunia. Dari buah-buahan saja, telah memasukan devisa sebanyak 20 persen bagi negara.

Mungkin kita di Indonesia sering makan durian Montong, buah durian lesat dan gurih ini salah satu buah yang mendatangkan devisa.

Sementara Kota Bangkok, juga dijuluki kota belanja di Asia, karena sekitar 30 juta turis asing datang ke Thailand setiap tahun.

Menurut seorang tour leader Anusak, turis terbanyak di Thailand dari RRC, Korea, India, Malaysia, Singapura, Indonesia, Eropa dan AS.

Salah satu surga belanja di Bangkok, yaitu Asiatiq Market yang berada di tepi Sungai Chao Phraya. Pasar yang dijuluki floating market ini mirip pasar malam di Jakarta, karena hanya dibuka pada malam hari.

Pasar malam ini salah satu pasar teramai di Bangkok saat ini, karena banyak diserbu turis manca negara. Berbagai barang seperti pakaian, sepatu, kerajinan kulit, jam tangan, perhiasan dan makanan ditawarkan area seluas 5 ha tersebut.

Mungkin bagi kita orang Indonesia harus pintar menawar seperti di Pasar Senen, karena harga bisa ditawar. Misalnya barang yang ditawarkan 1000 bath (Rp 450 jt) bisa ditawar sampai 600 bath. Umumnya pedagang kios di Pasar Aquatic bisa mengerti sedikit bahasa Indonesia.

Keunikan Pasar Aquatic, suasananya sangat mempesona karena kapal-kapal dengan lampu warna-warni hilir mudik di Sungai Chao Phraya yang lebarnya sekitar 200 meter. Kapal-kapal itu kemudian bersandar di tepi pasar.

Para penumpang berasal dari beberapa lokasi pusat kota dan naik kapal yang cukup besar dengan gratis. Di dalam kapal terdapat pertunjukkan musik dan restoran.

Pengunjung pasar malam Asiatiq dari berbagai negara, sehingga terlihat kontras. Ada warga Afrika, India, China, Indonesia, Jepang , Korea, Eropa dan AS.

Berbagai restoran yang tersedia di Pasar Aquatic juga terlihat padat Minggu malam (29/4).

Banyak juga pakaian dan sepatu diobral murah. Hanya yang menjadi pertanyaan harga duren montong di sini hampir sama dengan yang dijual di Jakarta. (Nico)

Comments

Most Popular

To Top