Beritabuana.co

Internasional

Buntut Tewasnya 25 Orang Dalam Aksi Demo, Ortega Buka Dialog dengan Pebisnis

Presiden Nikaragua Daniel Ortega/google

BERITABUANA.CO, MANAGUA – Buntut dari demontrasi dan berujung kepada tewasnya 25 orang yang salah satunya seorang wartawan, membuat Presiden Nikaragua Daniel Ortega bersedia mengadakan pembicaraan mengenai reformasi jaminan sosial yang telah memicu gelombang protes dan berujung tewasnya 25 orang.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi nasional, Ortega mengatakan, membuka dialog namun hanya dengan pemimpin bisnis, tidak dengan masyarakat lainnya.

“Apa yang terjadi di negara ini adalah sesuatu yang tak bertanggung jawab, dimanipulasi oleh orang-orang tertentu yang sangat berbahaya,” ujar Ortega pada Sabtu (21/4/2018).

Sebelumbya, aksi protes dilakukan sebagai tanggapan atas dilakukannya reformasi pemerintah terhadap sistem jaminan sosial di negara itu. Pemerintah Nikaragua memutuskan menerapkan pajak 5 persen bagi para pensiunan, termasuk mereka yang menyandang cacat.

Peningkatan kontribusi pajak juga diberikan kepada karyawan dan pengusaha. Pemerintah Nikaragua telah dituding menggunakan Institut Jaminan Sosial Nasional (INSS) sebagai sumber keuangan, namun pensiunan dan pekerja yang dipaksa menjadi sumber dana.

Demonstrasi dilakukan di tujuh kota utama Nikaragua, termasuk Ibu Kota Managua. Banyak dari peserta aksi protes yang menuntut Ortega mundur atas kekacauan yang terjadi di negara itu.

“Kami meminta Ortega dan istrinya pergi, tak hanya masalah jaminan sosial, namun apa yang kami lihat di saat banyak orang tewas karenanya, ia tak meminta maaf atas penindasan yang dilakukan terhadap rakyat,” ujar salah satu demonstran, Mauri Hernandez.

Protes atas reformasi jaminan sosial, menyusul aksi sebelumnya dimana pemerintah dituding melakukan kolusi terkait kebakaran di cagar biologis Indio Maiz yang terletak di kawasan pantai Karibia Nikaragua. (Ram)

Comments

Most Popular

To Top