Beritabuana.co

Nasional

Jaksa Agung Ingatkan Kejujuran Harus Jadi Pedoman Hidup

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo menutup turnamen kejuaraan Tenis Meja Adhyaksa Open 2018 yang berlangsung di Sasana Andrawina Kejagung Jakarta, Jumat (20/4).

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menekankan banyak hal positif yang dapat dipejari para jaksa dalam olah raga tenis meja, khususnya yang berkaitan dengan tugas jaksa dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai aparat penegak hukum.

“Sejak pertama saya dapat laporan dari Assus (Asisten Khusus) bahwa tim kejaksaan sejak awal sudah tumbang. Rasanya saya katakan jangan berkecil hati, kita lihat lawan kita siapa. Ada atlet Asean games, tapi ini dorongan dan semangat,” kata Prasetyo.

Meski demikian, lanjutnya, dengan turnamen tenis ini diperlukan kejujuran, kegigihan, keuletan, dan persiapan-persiapan. Pasalnya, seorang jaksa dalam menjalani tugas dan fungsinya juga harus dengan sungguh-sungguh, serius, jujur dan tulus sepenuh hati serta banyak lagi yang lainnya.

“Dalam Kejuaraan harus berusaha, dan semua itu ada trik, semangat, serta banyak berbuat dengan penuh maksimal agar tercapai menjadi juara. Apalagi saat ini banyak tantangan yang harus dilalui, dalam kejuaraan ini harus di bangun kegigihan dan keuletan yang tinggi, mewujudkan jiwa sportif dan jujur,” pesannya.

Ditegaskan, bahwa kejuaraan tenis meja ini ada 4 yang harus diketahui, bukan hanya mengandung manfaat menyehatkan tubuh dan berkompetisi saja, namun juga menjadi sarana pembelajaran bagi kejaksaan untuk menumbuhkan kesadaran tentang perlunya persiapan dan kesiapan guna mengejar target dan keberhasilan yang diinginkan.

“Dikaitan dengan tugas – tugas jaksa, harus jujur, tulus, sungguh – sungguh dan harus mempersiapakan diri masalah apa yang dihadapi,” katanya.

Karena itu, Prasetyo berharap kegiatan ini tidak hanya sekali ini, tapi bisa berlanjut setiap tahunnya, bahkan tidak hanya jenis olah raga tenis meja berbagai olah raga lainnya juga bisa diperlombakan oleh Kejaksaan. Sekaligus, mempererat silaturami antar instansi atau lembaga negara.Tak hanya itu, kejuaraan olah raga juga untuk memelihara kesehatan.

“Setiap hari kerja dari pagi sampai malam, perlu memelihara kesehatan dan juga menjalin silahturahmi. Kita semua tahu, semua yang datang di Kejaksaan ini penuh dengan masalah dengan berolah raga dan berkompetisi mengurangi rasa stres,” ujarnya.

Prasetyo, menambahkan bahwa kejuaran olah raga ini juga dapat menghilangkan kesan ‘seram’ terhadap Kejaksaan Agung. “Bisanya nahan, nangkep, geledah, menghukum mati,” kata Jaksa Agung yang disambut gelak tawa peserta. Oisa

Comments

Most Popular

To Top