Beritabuana.co

Headline

Ini Pesan Habib Aboe Bakar untuk Kepala BNN Baru Saat Raker Pertamanya

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Kelompok Komisi (Polsi) III F-PKS DPR RI, Aboe Bakar Al Hansyi menyampaikan kepada Kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) baru, Heru Winarko bahwa tidak enak menggantikan Budi Waseso (Buwas), mengingat masyarakat sudah terlanjur memilikj ekseptasi yang tinggi terhadap bekas Kabareskrim Polri itu.

“Harus saya sampaikan bahwa menggantikan pak Buwas di BNN itu nggak enak. Karena selama ini masyarakat sudah terlanjut meniliki ekspektasi yang tinggi kepada BNN dibawah kepemimpinan Pak Buwas,” kata Aboe Bakar dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Senin (16/4/2018).

Politisi dari PKS itu juga mengucapkan selamat kepada Heru Winarko sebagai Kepala BNN baru. Apalagi, hari ini adalah rapat kerja pertama  Kominisi III dengan kepla BNN yang baru itu.

Habib Abor Bakar juga menjelaskan alasan dirinya mengatakan tidak gambang menduduki jabatan yang sudah ditinggalkan Buwas itu, mengingat selama kepemimpinannya sangat garang memerangi peredaran narkoba di Indonesia.

“Jadi ini adalah tantangan awal untuk kepala BNN, yang tentunya harus lebih garang lagi dalam memerangi narkoba,” tambah anggota Komisi III DPR itu agi.

Dirinya mengapresiasi semangat Kepala BNN yang baru saat serah terima dengan  Buwas, yang bertekad akan berkonsentrasi memutus aliran dana narkoba. Hal ini, menurut Habib Aboe Bakar langkah maju, dan diyakin Heru Winarko memiliki pengalaman yang cukup karena selama ini bekerja di KPK.

“Namun disisi lain mungkin saya perlu mengingatkan, ada dua pekerjaan yang tidak mudah. Pertama adalah menangkal masuknya narkoba ke Indonesia. Dan Kedua, membersihkan narkoba yang beredar di dalam,” imbuhnya.

Disampaikan Habib Aboe Bakar bahwa pekerjaa  pertama Kepala BNN baru yaitu menangkal masuknya narkoba ke Indonesia dan ini adalah langkah yang sangat penting. Apalagi kemarin beberapa kali terbongkar adanya upaya memasukkan ber ton-ton sabu.

“Melihat besarnya jumlah narkoba tersebut, saya melihat ini adalah bagian dari proxy war, narkoba sudah menjadi senjata untuk melumpuhkan NKRI. Kita harus kembali mengingat bahwa dulu ada perang candu, dan mereka saat itu berhasil menggunakan candu sebagi alat perang,” katanya.

Hal tersebut, menurut Habib Aboe Bakaf, tentunya harus benar-benar di perhatikan. Disamping itu, Kepala BNN yang baru harus memiliki grand desain untuk menghalau masuknya narkoba ke Indonesia.

“Kemudian tentunya dilanjutkan dengan Langkah strategis untuk memproteksi wilayah Indonesia dari sebuan bandar internasional,” ujarnya.

Kedua, adalah pekerjaan membersihkan narkoba yang beredar di dalam negeri. Pada bagian ini, Habib Aboe Bakar melihat banyak narkoba yang ternyata malah peredarannya dikendalikan dari lapas.

“Misalkan saja ada sipir di Lapas Tanggerang yang kedapatan mengedarkan narkoba. Ada lagi Kalapas Purworejo yang ternyata kedapatan memberikan akses kemudahan untuk peredaran narkoba,” tutupnya. (Aldo)

BNN Perlu bersinergi dengan Kemenkumham untuk mengantisipasi peredaran narkoba yang selama ini menurut data BNN sendiri lebih dari 75 persen dikendalikan dari dalam lapas. Kepala BNN Perlu duduk Bersama dengan Menkumham gunakan memutus mata rantai kendali narkoba dari lapas. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top