Beritabuana.co

Headline

Rusia Tertawakan Rudal AS yang Salah Sasaran dan Dihadang Senjata Antiudara Jadul Milik Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin/google

BERITABUANA.CO, MOSKOW – Serangan rudal sekutu (Amerika Serikat, Prancis dan Inggris) ke pusat tempat penyimpanan senjata kimia Suriah, ternyata salah sasarang, dan sebagaian dapat dicegat oleh rudal penangkal milik Suriah. Demikian bunyi pernyataan pemerintah Rusia yang dirilis Tass (kantor berita rusia).

Dalam laporan mereka, Kementerian Pertahanan Rusia sepintas terkesan mentertawakan serangan yang dilakukan Donald Trump.

Menurut pernyataan Rusia, pasukan koalisi Amerika, Inggris, dan Perancis, sejatanya meluncurkan lebih dari 100 misil. Tapi, banyak rudal kiriman Amerika yang gagal kena sasaran.

Rudal kiriman Amerika telah dicegat oleh meriam antiudara milik Suriah, yakni S-125, S-200, Buk dan Kvadrat.

“Asal tahu saja, semua persenjataan Suriah ini berstatus senjata jadul,” bunyi pernyataan itu.

“Meriam antiudara Suriah S-125, S-200, Buk dan Kvadrat dipakai untuk menggagalkan serangan misil (semalam). Persenjataan ini dibuat di Soviet, lebih dari 30 tahun lalu,” ujar Kemenhan Rusia.

Dalam menghantam ketiga fasilitas tersebut, Negeri “Paman Sam” menggunakan rudal penjelajah mereka, Tomahawk. Rudal tersebut mampu terbang rendah untuk menghindari radar musuh.

Shaun King, kolumnis situs berita The Intercept dalam kicauannya di Twitter mengatakan, setidaknya terdapat 112 Tomahawk yang diluncurkan ke Suriah.

Rudal sepanjang 5,56 meter buatan pabrikan Raytheon tersebut dihargai 1,87 juta dolar AS, sekitar Rp 25,7 miliar, per buah.

“Total, AS menggelontorkan 224 juta dolar AS, atau sekitar Rp 3,08 triliun,” kata King dalam kicauannya tersebut.

Mengutip Kompas.com Properti, biaya serangan pertama AS itu sama dengan biaya pembangunan 30 kilometer Tol Semarang-Solo jika estimasinya Rp 100 miliar per kilometer. (Ram)

Comments

Most Popular

To Top