Beritabuana.co

Nusantara

Ironis, Guru SMAN di Daerah Terpencil Jadi Pengedar Sabu, Beruntung Berhasil Ditangkap

Ilustrasi/istimewa

BERITABUANA.CO, MUARA TEWEH – Narkoba jenis sabu yang berton-ton dapat digagalkan aparat keamanan dan spekulasi banyak juga yang lolos mendekati kebenaran. Di Muara Teweh, tepatnya di Teweh Timur, Polsek Teweh Timur menangkap seorang oknum guru SMA Negeri, di Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara yang bertindak sebagai pengedar sabu.

Oknum guru SMAN 1 Teweh Timur bernama Mixiano Rimardo (37), ditangkap bersama seorang lainnya yang juga terindikasi sebagai kaki tangan oknum guru tersebut.

Diterangkan Kasat Narkoba Polres Barito Utara, AKP Tugiyo di Muara Teweh pada Sabtu (14/4/2018), kedua terduga tersangka diamankan beserta sejumlah barang bukti yang ditemukan saat dilakukan penangkapan di perumahan guru SMAN 1 Teweh Timur di Desa Benangin oleh anggota Polsek.

Mikik, biasa oknum guru itu dipanggil, jelas Kasat, di SMAN 1, biasa mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dia tinggal di Jalan Kakah Tudan, Desa Benangin 2, Kecamatan Teweh Timur.

“Oknum guru ini ditangkap pada Sabtu (14/4/2018), sekitar pukul 12.00 WIb,” jelas Kasat.

Mimix ditangkap setelah dilakukan pengembangan atas tersangka yang sebelumnya sudah ditangkap, yakni Guanto alias Goa (25), warga Jalan Tujuh Enam Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur pada hari yang sama, di perumahan guru SMAN 1 Teweh Timur Jalan Tujuh Enam Desa Benangin I.

“Di tangan tersangka Guanto polisi menemukan narkotika jenis sabu-sabu tiga paket seberat 0,72 gram bruto dan bungkus klip plastik bening dan HP masing-masing satu buah,” katanya lagi.

Penangkapan langsung dipimpin Kapolsek Teweh Timur Ipda Anis, setelah dilakukan pemeriksaan dan interograsi tersangka Guanto mengakui barang terlarang itu didapat dari Mimik yang seorang tenaga pengajar itu.

Ketika itu juga langsung dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah Mimik, polisi menemukan di kantong celana sebelah kanan tersangka ada sebanyak 17 paket terdiri 16 paket kecil dan satu paket berukuran besar secara keseluruhan seberat 4,10 gram bruto.

“Saat ini kedua tersangka telah dibawa ke Polres Barito Utara,” kata dia pula.

Guano dan Mixiano dijerat dengan pasal 114 ayat (1) juncto 112 (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku pengedar dan bandar lainnya bisa tertangkap,” katanya menegaskan pula. (Rls)

Comments

Most Popular

To Top