Beritabuana.co

Legislatif

Fahri Hamzah: Novel Bisa Salahkan Presiden, Kalau Tak Mendapat Keadilan

Wakil Ketua DPR RU, Fahri Hamzah. (D0k. CS)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan berharap Presiden Jokowi serius memperhatikan fakta-fakta yang sebenarnya dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Dia juga ingin presiden mau membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang telah dibentuk oleh Komnas HAM.

Menyikapi keluhan Novel tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dihubungi wartawan, Sabtu (14/4), justru bertanya apakah presiden Jokowi pernah serius?

Menurut politisi dari PKS itu, presiden patut dipersalahkan, jika hingga kini tidak merespon apa yang diharapkan Novel.

“Novel harus lebih keras menyalahkan presiden. Kalau Novel mencari keadilan tidak ketemu yang salah memang presiden,” kata Fahri.

Sebelumnya, Novel Baswedan berharap Presiden Jokowi mau memperhatikan fakta-fakta yang sebenarnya dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Dia juga ingin presiden mau membentuk TGPF yang telah dibentuk oleh Komnas HAM.

Menurut bekas Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bengkulu itu, keberadaan TGPF tidak akan mengintervensi kinerja Polri, tapi justru diharapkan mampu memberikan dukungan penelusuran fakta-fakta yang terlewat atau tersembunyi dalam kasusnya.

Setahun lalu, tepatnya pada tanggal 11 April 2017, Novel Baswedan mendapatkan serangan secara fisik, berupa penyiraman air keras tepat diwajahnya oleh orang yang tak dikenal, seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya.

Akibatnya, Novel mengalami luka parah pada kedua matanya. Sejak 12 April 2017, Novel mendapatkan perawatan mata di sebuah rumah sakit di Singapura. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top