Beritabuana.co

Opini

Spirit Kebangkitan Roma dalam Kehidupan

BAHWA sepakbola itu bundar memang benar adanya. Setidaknya untuk hal ini kita bisa melihat pada apa yang dialami AS Roma kali ini. Yang hanya sedikit orang menyangka, Serigala Roma, tim kebanggaan ibu kota Italia, dapat membalikkan keadaan untuk melaju ke semifinal Liga Champions musim ini.

Pada leg pertama perempatfinal di kandang Barca, Nou Camp, Roma kalah 1-4, tengah pekan lalu. Siapa duga, pada leg kedua di markasnya, Olimpico, menang 3-0, Rabu (11/4) WIB. Hasil agregat pun 4-4, namun Giallorossi lolos, mengingat mereka lebih produktif dalam gol tandang.

Sekilas itu hal biasa dalam olahraga. Namun, sesungguhnya pelajaran berharga bagi kehidupan. Orang boleh terpuruk dan seharusnya bisa bangkit. Orang boleh terkapar, namun bisa bangun menunjukkan yang terbaik. Orang boleh diremehkan, tentu bisa menjadi ‘besar’.

Sepakbola memang dianggap Cermin Kehidupan. Bahwa dari si kulit bundar banyak filosofi yang layak menjadi jalan kehidupan. The Way of Life memang banyak terdapat dari olahraga terpopuler se-dunia ini. Tentang aturan, tentang disiplin, tentang tepo sliro, tentang menghormati hak orang lain dan kewajibaan pada diri sendiri, sepertinya komplet. Termasuk, penanganan pada kasus korupsi yang dialami Badan Sepakbola Dunia (FIFA/Federation Internationale de Football Association).

Aku belum membaca secara detil, kenapa Roma benar-benar bisa bangkit sebagai ‘Serigala’ di hadapan para fansnya? Resep apa yang pasukan pelatih Eusebio Di Francesco terapkan, sehingga bisa mengunci perolehan gol tim sekelas Barcelona yang dianggap salah satu klub terbaik di dunia.

Namun, dari bacaan sebelum laga melawan Barca dimulai, Roma menyatakan siap tampil sebaik mungkin dan berusaha mengejar ketinggalan dengan kemenangan. Dan, tentunya lolos ke babak empat besar. Optimisme ditunjukkan Roma menghadapi duel itu. Keyakinan yang pada akhirnya menemukan pelabuhannya ke semifinal. Tentu saja, tidak gampang Roma melakukan. Meski pelatih Barca, Esnesto Valverde, mengakui Roma memang luar biasa. Pasukannya — yang mempunyai pemain terbaik dunia, Lionel Messi — tidak sanggup menerobos pertahanan tuan rumah. Sebaliknya, Roma dengan mudah mengobrak-abrik lini belakang mereka.

Amazing. Keajaiban. Mungkin, orang menyebut untuk comeback Roma dari Barca. Namun, sekali ini, itu pertanda tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Spirit Kebangkitan Roma menjadi obor, pelita, atau sekadar lini dalam Kehidupan. Bahwa yang sedang bersedih, menderita, gagal, bisa melesat seperti yang diinginkan. Aku yakin Roma telah melakukan usaha keras. Usaha yang para motivator bilang, “Sampai keluar keringat darah.” Aku juga juga percaya para punggawa Roma juga berdoa untuk keberhasilannya. Allah Maha Mendengar.

Ayit Suyitno, *Redaktur Eksekutif Beritabuana.co

Comments

Most Popular

To Top