Beritabuana.co

Nasional

Agenda Pemeriksaan Tersangka Karen Agustiawan Belum Bisa Dipastikan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Meski telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi investasi perusahaan tersebut di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan negara sebesar Rp568 miliar, sejauh ini tim penyidik belum juga mengagendakan jadwal pemeriksaan.

Bahkan saat dikonfirmasi mengenai kepastian agenda pemeriksaan itu, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Warih Sadono juga belum bisa memastikannya.

“(Nanti) pada waktunya akan diinfokan,” kata Warih Sadono saat menjawab singkat pertanyaan tersebut, di Jakarta, Senin (9/4).

Namun, Kejagung sudah melakukan pencegahan terhadap Karen agar tidak berpergian ke luar negeri sejak menjadi saksi.

Mantan Dirut Pertamina itu sudah tiga kali dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara ini, yakni 29 Maret 2017 dan 2 Oktober 2017, serta 8 Februari 2018 hingga ditetapkan tersangka pada 22 Maret 2018.

Selain Karen, tim penyidik juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero), Genades Panjaitan, berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-14/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan berdasarkan Surat Perintah penetapan tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-15/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Jaksa Agung HM Prasetyo, sebelumnya menegaskan bahwa peranan Karen dalam dugaan korupsi investasi Pertamina di Blok BMG itu bukanlah kelalaian melainkan kesengajaan.

“Yang pasti kalau korupsi, sengaja dong, bukan lalai. Dia sebagai Dirut, dia menyetujui, dia yang memutuskan, dia yang memerintahkan pembayaran. Jadi bukan lalai,” kata Prasetyo.

Bahkan, lanjut Jaksa Agung, penyidik mengindikasikan tidak adanya persetujuan Komisaris atas investasi yang diajukan Direksi Pertamina itu.

“Semuanya harus diajak, apa gunanya Komisaris kalau tidak diajak membahas sesuatu, apalagi ini masalah strategis dan sangat penting,” kata Prasetyo.

Dia mengatakan perkara ini harus ditangani hati-hati karena harus mengumpulkan alat bukti sebanyak mungkin seperti keterangan saksi, surat, petunjuk, dan keterangan dari ahli.

“Semua akan kita minta supaya semuanya lengkap dan kita yakin semua unsur-unsur terpenuhi,” kata Prasetyo. Oisa

Comments

Most Popular

To Top