Beritabuana.co

Nasional

Tiga Perkara Korupsi di Pertamina Ditangani Kejagung

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ada tiga perkara dugaan korupsi di PT Pertamina (Persero) yang saat ini sedang disembuhkan tim penyidik ​​Kejakaaan Agung (Kejagung).

Pertama, kasus dugaan korupsi investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan keuangan negara Rp568 miliar, dan menyeret mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan (KGA) sebagai tersangkanya.

Kemudian, kasus dugaan korupsi Dana Pensiun (Dapen) PT Pertamina (Persero) yang mempengaruhi keuangan negara sebesar Rp599,2 miliar yang digunakan mantan Presiden Direktur Dapen Pertamina, Helmi Kamal Lubis (sudah divonis 5,5 tahun penjara dengan uang tunai) ,), dan Edward Seky Soeryadjaya Direktur Ortus Holding Ltd yang merupakan pemegang saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI), yang kini masih disidangkan di Pengadilan Tipikor.

Selain itu, kasus dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) pada tahun 2011 di PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dengan tersangka Suherimanto, eks Dirut perusahaan yang khusus hanya divonis 2 tahun 4 bulan penjara dengan UU 3,5 tahun penjara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum yang mengatakan, penetapan mantan Dirut Pertamina KGA tersebut melalui Surat Perintah Penetapan Tersangka pada Penyunting pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13 / F.2 / Fd.1 / 03 / 2018 tanggal 22 Maret 2018.

Selain itu, Kejagung juga menetapkan Kepala Bagian Hukum dan Kepatuhan PT Pertamina (Persero), Genades Panjaitan (GP), sebagai tersangka sesuai Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka pada Penyunting pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-14 / F.2 / Fd .1 / 03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Serta mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan (FS) melalui Surat Keterangan Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-15 / F.2 / Fd.1 / 03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Tersangka disangkakan kebebasan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Sampai sekarang sudah 67 orang yang terbaca oleh penyidik,” kata Kapuspenkum, M Rum saat lalu membeli hal tersebut, Jumat (6/4), di Jakarta.

Kejagung telah menyerahkan tersangka BK, mantan Manajer Merger & Akuisisi (M & A) Direktorat Hulu PT. Pertamina (Persero) melalui Surat Perintah Penyajian Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-06 / F.2 / Fd.1 / 01/2018 tanggal 23 Januari 2018.

Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya menyatakan, pihaknya akan menggandeng pemerintah Australia untuk mengungkap dugaan korupsi berupa investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

“Kendalanya locus delictie-nya bukan di sini, tapi di Australia. Nanti kita harus bekerja sama dengan mereka. Kita kan tidak mungkin ujug-ujug ke sana (Australia),” kata Prasetyo.

Ditambahkan, pencarian argumentasi yang diperlukan untuk kebutuhan dan kerja sama dengan otoritas Australia. “Kalau kita bisa kerja sama,” tandasnya.

Kejaksaan, lanjut Prasetyo, akan mendalami semua pihak dalam perkara itu. Sementara rencana rencana tersangka, ia mengatakan “Jika fakta buktinya cukup dan tidak terbantahkan dahulu tidak”. Oisa

Comments

Most Popular

To Top