Beritabuana.co

Headline

Persilahkan KPK Periksa Dua Pembantunya, Sikap Presiden Jokowi Diapresiasi

Presiden RI Joko Widodo.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pakar Hukum Pidana, Romli Atmasasmita mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo yang mempersilakan KPK untuk memeriksa dua menterinya, yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang disebut-sebut telah menerima US$500 ribu dari aliran dana dari proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Saya mengpresiasi sikap pak Jokowi. Bagus equality before the law,” kata Prof. Romli dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/3).

Menurut Romli, apa yang diungkapkan bekas Ketua DPR itu dalam persidangan bukan isapan jempol belaka. Dia pun meyakini penyebutan dua nama itu tak asal bunyi dari mulut Novanto.

“Sekelas Setnov pasti tidak ‘asbun’ (asal bunyi),” tutur guru besar bidang Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran itu.

Karena itu, Romli menyarankan, agar sebaiknya KPK menjadikan Novanto sebagai justice collabolator untuk membongkar tuntas kasus e-KTP.

“Sikap Setnov untuk berani buka-bukaan ditunggu masyarkat luas dan agar tidak lagi terjadi hangky pangky eksekutif dan legislatif di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mempersilakan dua menterinya di Kabinet Kerja, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung diproses hukum. Tentunya, asal ada fakta dan bukti kuat kalau kedua elite PDI Perjuangan itu terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

“Negara kita adalah negara hukum. Jadi, kalau ada bukti hukum, fakta-fakta hukum, ya, diproses saja,” tambah Jokowi seraya menambahkan, jika memang kedua menterinya terlibat dalam pusaran korupsi itu, mereka ikut bertanggung jawab.

Penyebutan nama Puan Maharani dan Pramono Anung itu disampaikan bekas Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Kamis (23/3/2018) kemarin. Novanto mengetahui ada alur pemberian uang seperti itu dari pemilik OEM Investment Pte Ltd dan Delta Energy Pte Lte, Made Oka Masagung.

“Andi Narogong bersama Made Oka itu datang ke rumah. Datang ke rumah menyampaikan ngobrol-ngobrol biasa. Oka menyampaikan dia menyerahkan uang ke dewan. Saya tanya, ‘wah untuk siapa?'” kata bekas Ketua DPR itu.

Dia lanjutkan, “Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, saya minta maaf ada disampaikan oleh Andi (Narogong) untuk Puan Maharani 500.000 dolar Amerika Serikat dan Pramono 500.000 dolar Amerika Serikat. Bu Puan Maharani ketua fraksi PDI P dan Pramono ada 500.000 dolar.”

Novanto bahkan mengaku sempat menanyakan penerimaan uang itu kepada Anung saat menghadiri pernikahan putri Jokowi, di Solo, November 2017.

“Saya ketemu terakhir di Solo, di Hotel Alila, saya tanya karena saya bersahabat dengan beliau juga. ‘Mas benar gak tuch, karena Oka pernah ngomong itu’. Dia (Pramono) bilang: Ah yang mana ya? Itu dulu, tapi coba nanti gue ingat lagi, di Jakarta lah kita ngobrol,” kata dia. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top