Beritabuana.co

Nasional

Ungkap Aliran e-KTP Ke Puan dan Pram: Pernyataan Novanto Masuk Kategori Testimonium De Auditu

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kesaksian bekas Ketua DPR RI Setya Novanto soal adanya aliran dana proyek e-KTP kedua elite PDI Perjuangan, Puan maharani dan Pramono Anung memang sedikit menyudutkan partai berlambang Kepala Banteng pimpinan Megawati Sukarnoputri itu.

Terkait pernyataan Novanto tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menyebut kesaksian Novanto seperti disampaikan di persidangan itu, dapat dipaham karena yang bersangkutan dalam situasi tertekan dan berupaya menjadi justice collaborator.

“Setelah mencermati seluruh pernyataan Made Oka Masagung baik di BAP maupun di persidangan menegaskan, bahwa Oka Mas Agung tidak pernah sekalipun menyebutkan nama sebagaimana disampaikan oleh Pak Setya Novanto,” katanya.

Tampilan psikologis orang seperti ini (Novanto), tambah Wakil Ketua Komisi III DPR itu lagi, adalah mencoba menampilkan bahwa dirinya bukan designer. Apa yang disampaikan Novanto menurut KUHAP, masuk kategori testimonium de auditu.

“Jadi sangat lemah dan lebih sebagai sensasi politik demi keringanan hukuman,” ujar Trimedya sambil melanjutkan bahwa pokok materi persidangan harus melihat BAP dan keterangan para saksi di pengadilan.

Dalam BAP Nazaruddin tanggal 22 Oktober 2013 sangat tegas bahwa asal mulai kebijakan tersebut adalah dari 2 menteri KIB berinisial GM dan SS. Lalu BAP pada tanggal 17 Februari 2017 Nazaruddin menyatakan pertemuan dirinya bersama Anas Urbaningrum dengan Setya Novanto dan Andi Narogong yang mengatur kesepakatan pembagian fee termasuk yang diberikan ke GM.

“PDI Perjuangan mendukung pengembangan kasus ini berdasarkan BAP dan keterangan saksi di pengadilan, bukan atas dasar issue dengan motif politik,” katanya lagi.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sependapat bahwa hal tersebut masuk kategori testimonium de auditu.

“Kita masih ingat bagaimana upaya membelokkan kasus dengan drama menabrak tiang listrik pun dilakukan. Jadi sejak awal kami yakin bahwa designer dan aktor intelektual atas korupsi e KTP tersebut berasal dari lingkaran pertama kekuasaan,” kata Hasto seraya menanambahkan, jadi dari kebijakan awal sudah corrupted.

Baik Trimedia maupun Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan mendukung pengungkapan tuntas kasus e KTP yang difokuskan dari inisiator program e-KTP tersebut, yakni GM dan SS menurut BAP Nazaruddin. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top