Beritabuana.co

Headline

Presiden Jokowi Persilahkan Puan dan Pramono Diproses Hukum, Jika Ada Bukti

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan dua menterinya, Puan dan Pramono.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan dua menterinya di Kabinet Kerja, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung diproses hukum. Tentunya, asal ada fakta dan bukti kuat kalau kedua elite PDI Perjuangan itu terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

“Jadi kalau ada bukti hukum, ada fakta-fakta hukum diproses saja dan semua harus berani bertanggung jawab. Dengan catatan tadi, ada fakta-fakta hukum dan bukti-bukti yang kuat,” kata Jokowi kepada awak media di Kemensesneg, Jakarta, Jumat (23/3).

Dengan tegas, Jokowi menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada proses hukum yang telah berjalan. Apalagi, Indonesia merupakan negara hukum.

“Negara kita adalah negara hukum. Jadi, kalau ada bukti hukum, fakta-fakta hukum, ya, diproses saja,” tambah Jokowi seraya menambahkan, jika memang kedua menterinya terlibat dalam pusaran korupsi itu, mereka ikut bertanggung jawab.

Meski demikian, Presiden Jokowi mengingatkan kembali bahwa proses hukum atas dua menterinya itu, jika memang penegak hukum menemukan fakta dan bukti yang kuat terkait praktik korupsi tersebut.

“Dengan catatan tadi, ada fakta-fakta, bukti-bukti hukum yang kuat,” ujar Jokowi.

Sebagaimana diketahui, dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Kamis (23/3/2018) kemarin, Novanto menyebut nama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Pada pembahasan anggaran KTP elektronik 2011-2012, Puan yang juga adalah putri Ketua DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menjadi ketua fraksi PDI Perjuangan, sedangkan Anung adalah wakil ketua DPR. dua petinggi PDI Perjuangan ini disebut menerima masing-masing 500.000 dolar Amerika Serikat.

Novanto mengetahui ada alur pemberian uang seperti itu dari pemilik OEM Investment Pte Ltd dan Delta Energy Pte Lte, Made Oka Masagung.

“Andi Narogong bersama Made Oka itu datang ke rumah. Datang ke rumah menyampaikan ngobrol-ngobrol biasa. Oka menyampaikan dia menyerahkan uang ke dewan. Saya tanya, ‘wah untuk siapa?'” kata bekas Ketua DPR itu.

Dia lanjutkan, “Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, saya minta maaf ada disampaikan oleh Andi (Narogong) untuk Puan Maharani 500.000 dolar Amerika Serikat dan Pramono 500.000 dolar Amerika Serikat. Bu Puan Maharani ketua fraksi PDI P dan Pramono ada 500.000 dolar.”

Novanto bahkan mengaku sempat menanyakan penerimaan uang itu kepada Anung saat menghadiri pernikahan putri Jokowi, di Solo, November 2017.

“Saya ketemu terakhir di Solo, di Hotel Alila, saya tanya karena saya bersahabat dengan beliau juga. ‘Mas benar gak tuch, karena Oka pernah ngomong itu’. Dia (Pramono) bilang: Ah yang mana ya? Itu dulu, tapi coba nanti gue ingat lagi, di Jakarta lah kita ngobrol,” kata dia. (Kds)

Comments

Most Popular

To Top