Beritabuana.co

Metropolitan

Pemimpin Daerah Jangan Mempertontonkan Kemewahan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Para pemimpin daerah, baik gubernur, bupati maupun Walikota beserta wakilnya sebaiknya memperrlihatkan citra pemimpin yang berpihak kepada rakyat. Bupati non aktif Hulu Sungai Tengah, Kalsel, Abdul Latif jelas  mempertontonkan kemewahan yang  dapat menyakiti hati rakyat.

“Masih banyak masyarakat yang hidupnya susah di negara kita ini,” imbuh pengamat dan penggiat anti korupsi Adilsyah Lubis menjawab beritabuana.co di Jakarta, Rabu (21/3).

Menurut Adilsyah, siapa pun pemimpin di daerah lebih baik membiasakan hidup sederhana demi tanggung jawab pada bangsa dan negara. Abdul Latif kata dia adalah contoh seorang  pemimpin daerah yang hidupnya jauh dari kesederhanaan. Buktinya, sejumlah mobil dan motor gede mewah miliknya yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Bupati yang satu ini luar biasa, bisa-bisanya dia memiliki.mobil yang harganya sangat mahal dan motor yang harganya selangit,” kata Adilsyah.

Seluruh kendaraan mewah milik Abdul Latif sudah tiba di Jakarta untuk ditahan KPK dan langsung dibawa ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara di Jakarta Barat. KPK menduga seluruh mobil dan motor itu dibeli dari uang korupsi.

Merk mobil yang disita KPK seperti BMW 640i, Toyota Velifire, Lexus 570, Hummer H3, Jeep, Cadillac Escalade, Jeep Rubicon Brute. Sedang motor merknya Ducati, Harley Davidson dan BMW.

Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif terjerat kasus korupsi karena diduga menerima gratifikasi Rp 2,3 miliar.

Adilsyah pun meyakini, mobil dan motor mewah milik Abdul Latif dibeli dari uang hasil korupsi. Sebab jika dihitung penghasilannya sebagai bupati termasuk tunjangannya, mustahil bisa membeli kendaraan mewah yang harganya miliaran rupiah.

“Berapa sih gaji bupati? Berapa sih tunjangannya? Gak mungkin lah mampu membeli aset segitu banyak dan mahal,” tukas Adilsyah terheran-heran.

Menurut dia, Abdul Latif dapat dijatuhi hukuman berat, karena sudah merugikan keuangan negara sangat besar. Dan, barang hasil kejahatannya kata Adilsyah dapat dilelang.

“Hasilnya masuk kas negara,” kata Adilsyah. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top