Beritabuana.co

Metropolitan

Merasa Orang Tua Kandung Keterlaluan dan Semakin Menjadi, dr. Adams Anak Kandung Buka Bicara

Kuasa hukum dr. Adams Selamat Adikuasa Hardiyanto dariIrawan Arthen & Partners Law Firm

SEBAGAIMANA diberitakan dalam media siber Berita Buana.Co tertanggal 19 Februari 2018, dr. Adams Selamat Adikuasa Hardiyanto selaku anak kandung dari Ello Hardiyanto melalui kuasa hukumnya, Irawan Arthen & Partners Law Firm menyatakan bahwa awal mula permasalahannya adalah adanya foto pernikahan dr. Adams dan Clarissa pada majalah Indonesia Tatler. Namun yang mendampingi mempelai dr. Adams Selamat Adikuasa Hardiyanto adalah orangtua wali, dan bukan orangtua kandung, yang sebelumnya Ello Hardiyanto sendiri sudah mengetahui bahwa dia selaku orangtua kandung tidak akan datang pada saat pesta pernikahan anaknya, karena sebelumnya Ello Hardiyanto sendiri sudah menyatakan dan bahkan mengancam kepada Adams agar tidak menuliskan nama Ello Hardiyanto dalam undangan pernikahan tersebut, karena jika dituliskan namanya, maka Ello akan berbuat onar.

Sebelum Pernikahan, dr.Adams dan Ello (orangtua kandung) Sudah Cek-Cok

Awalnya Ello (orangtua kandung) menyetujui pernikahan dr. Adams dengan Clarissa, bahkan Ello sudah menandatangani surat perjanjian dengan pihak Hotel Mulia untuk kepentingan penyelenggaraan pesta pernikahan dr.Adams dengan Clarissa, namun beberapa hari sebelum hari pernikahan tersebut, Ello berubah sikap dan tiba-tiba tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Clarissa dan tidak menyetujui rencana pernikahan anaknya, dengan alasan yang tidak masuk akal. Tetapi dr. Adams tetap pada pilihannya, sehingga tetap melangsungkan pernikahan dengan Clarisa tanpa orangtua, bahkan tanpa pembiayaan dari Ello Hardiyanto (orangtua kandung). Dr. Adams pun sudah siap dengan hal itu mengingat ia sudah dewasa secara hukum dan berhak untuk memutuskan jalan hidupnya sendiri termasuk dalam hal memilih pendamping hidupnya.

Laporan Berita Bohong, Dampak Sakit Hati Ello Kepada dr. Adams Anak Kandungnya

Ello melaporkan dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong dan/atau penggelapan asal usul melalui elektronik terhadap majalah Indonesia Tatler di Polda Metro Jaya, dimana pada saat yang bersamaan perselisihan antara Ello dengan dr. Adams semakin memanas yang memuncak pada diputusnya hubungan keluarga oleh dr.Adams melalui pemberitahuan di media cetak Koran Sindo dan Indopos pada tanggal 27 Mei 2017, hal ini telah dipertimbangkan dengan berat hati oleh dr. Adams, namun terpaksa karena perbuatan orangtua kandung (Ello Hardiyanto) sungguh diluar kewajaran sebagai seorang ayah kandung, bahkan setelah diumumkannya putus hubungan keluarga tersebut, Ello Hardiyanto membuat berita-berita yang tidak benar sehingga menjadi sebuah fitnah dan pencemaran nama baik dr. Adams, dan menurut Dewan Pers dalam
Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi nomor 30 s/d 34/ PPR-DP/ XI/ 2017 tentang Pengaduan Adams Selamat Adi Kuasa H. terhadap Media Siber Jawa Pos, Gatra News, Kendari Pos, Aktual dan JPNN tertanggal 23 November 2017, memutuskan bahwa teradu telah melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik yang saat ini sedang diproses hukum di Polda Metro Jaya.

Majalah Indonesia Tatler Tidak Pernah Menggelapkan Asal Usul

Bahwa pada setiap pernikahan tidak selamanya orangtua kandung yang mendampingi anaknya di pesta pernikahan, bagaimana bila saat hari pernikahan, orangtua kandung tidak dapat hadir ? Apakah acara pernikahan dibatalkan ? Tentu tidak bukan ? ? Apalagi Ello Hardiyanto telah menyatakan kepada dr.Adams tidak akan hadir pada saat pernikahan, bahkan Ello Hardiyanto mengancam agar namanya tidak ditulis dalam undangan, lagipula orangtua yang mendampingi mempelai biasanya boleh orangtua kandung, boleh pula orangtua wali.

Dalam majalah Idonesia Tatler tidak pernah disebutkan bahwa yang mendampingi dr.Adams adalah orantua kandungnya, dan memang dr. Adams sendiri tidak menginginkan nama orangtua kandung disebutkan dalam majalah, mengingat perkataan dan pesan yang mengandung ancaman
dari Ello Hardiyanto.

Bagaimana dapat dikatakan penggelapan asal usul, sedangkan dr. Adams samasekali tidak pernah membantah orangtua kandungnya adalah bernama Ello Hardiyanto ? ataupun mengganti nama orangtua kandungnya. Ini hanyalah dampak sakit hati Ello kepada dr. Adams anak kandungnya.

Sepengetahuan dr. Adams dan juga diketahui umum, ada peribahasa berkata “sejahat- jahatnya harimau, tidak akan memakan anaknya sendiri”, tidak ada orangtua yang tega membuat celaka anaknya sendiri. Sampai sekarangpun dr.Adams masih bingung, kenapa ada orangtua kandung sendiri yang tega menelantarkan, memfitnah, menghancurkan dan ingin anak kandungnya sampai putus sekolah, bahkan sangat menginginkan anaknya bercerai dengan istrinya.

Seringkali pendapat dan pandangan kitalah yang salah terhadap suatu peristiwa, namun demikian kebenaran suatu peristiwa tetaplah kebenaran sekalipun orang berpendapat salah. Ada kata bijak “jika seseorang itu sudah dipenuhi dengan kebencian terhadap seseorang, maka segala sesuatu yang dilakukan oleh orang yang dibencinya itu, tetaplah dinilai buruk dan salah”, hal inilah yang terjadi dalam tuduhan melalui kuasa hukumnya Ello, yang menyatakan “Redaksi Majalah Indonesia Tatler bersekongkol dengan pihak-pihak yang ada dalam foto itu, serta narasumber maupun pihak-pihak yang menyuruh peliputan.

Mereka secara bersama-sama menggelapkan asal-usul keturunan anak kandung”, padahal seharusnya sebagai orangtua kandung yang baik patut berterimakasih kepada orang-orang yang mau dan rela menjadi orangtua wali dalam pesta pernikahan anaknya demi kelancaran pernikahan dan kehormatan orangtua kandung, tapi terbukti yang terjadi justru sebaliknya ! orang yang rela dan ikhlas menjadi orangtua wali mendampingi dr.Adams malah dituduh bersekongkol mengelapkan asal. Air Susu Dibalas dengan Air Tuba. (Rls)

Comments

Most Popular

To Top