Beritabuana.co

Nasional

Kejagung Harus Usut Dugaan Pencucian Uang Betty Halim Atas Korupsi Dapen Pertamina

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas tersangka dugaan korupsi Dana Pensiun PT Pertamina (persero), Betty Halim.

“MAKI mengharap Kejagung untuk menjerat Betty Halim dengan pasal 3 dan atau 4 UU No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, di Jakarta. Rabu (14/3).

Sebelumnya, MAKI juga telah mengirim surat ke Jaksa Agung terkait laporan dugaan TPPU atas tindak pidana korupsi dalam penempatan investasi pengelolaan dana pension PT Pertamina (persero) tahun anggaran 2013-2015 yang dilakukan tersangka Betty Halim.

Menurut Boyamin, peran Betty Halim sangat dominan dalam mengatur terjadinya dugaan korupsi Dapen Pertamina. Karena itu, MAKI mendesak penyidik Kejagung agar mengenakan Betty Halim dengan pasal-pasal Tindak Pidana Pencucian Uang.

Bahkan ini diperkuat dari hasil audit BPK dan fakta-fakta hukum di persidangan, dimana terdapat peran Betty Halim dalam mengatur komisi atas transaksi pembelian saham, memindahkan uang ke rekening lain dan membelanjakan uang untuk kepentiangan diluar yang seharusnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman mengatakan, pihaknya akan menahan Betty Halim dalam kasus dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina sebesar Rp1,4 triliun.

Meski demikian, Adi masih menunggu usulan tim penyidik kapan surat penahanan terhadap pemilik PT Millenium Dana Sekuritas tersebut dikeluarkan.

“Untuk penahanan ya tergantung kebutuhan. Nanti kita lihat, bagaimana usulan tim penyidiknya,” kata Adi beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, tim penyidik sebelumnya telah menetapkan dan menahan dua tersangka lain. Yakni, mantan Presdir Dana Pensiun PT Pertamina, M Kamal Lubis dan Direktur Oltus Holding, Edward Soeryadjaya.

Berdasarkan informasi, tersangka Betty Halim merupakan salah satu broker yang diduga menjerumuskan Pertamina untuk membeli saham perusahaan PT Sugi Energi yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 599,29 miliar.

Meski demikian, Jampidsus belum menjelaskan mengenai peran yang bersangkutan sebagai pemilik perusahaan dengan nama baru PT Sinergi Millenium Sekuritas.

Sementara itu terkait proses hukum terhadap Edward Soeryadjaya dan M Kamal Lubis, saat ini sudah berjalan. Untuk tersangka Edward masih dalam proses penyidikan, sedangkan Kamal Lubis sudah divonis 5 tahun 6 bulan penjara.

Kasus ini bermula dari adanya penggunaan dana pensiun untuk kepentingan pembelian sejumlah saham. Saham-saham itu dibeli dari PT SUGI Energi, PT MYRX, PT ELSA dan PT KREN senilai Rp 1, 351 triliun. Padahal, perusahaan-perusahaan itu diduga sedang mengalami guncangan.

Bukan memberikan keuntungan, pembelian saham itu justru malah merugikan negara. Berdasarkan hasil audit BPK, kerugian negara dari pembelian saham itu diketahui sebesar Rp 599,29 miliar.

Jumlah ini baru terkait satu transaksi, yakni pembelian saham PT Sugi Energi. Sedangkan kerugian negara dalam pembelian saham PT MYRX, PT ELSA dan PT KREN, saat ini masih dihitung oleh lembaga audit negara. Oisa

Comments

Most Popular

To Top