Beritabuana.co

Nasional

Dr. M. Fadil Imran, Sosok Pati Reserse “Bertangan Dingin”

Brigjen Pol. Dr. M. Fadil Imran M.Si

BANYAK bergelut di bidang Reskrim membuat sosok Brigjen Pol. Dr. Fadil Imran M.Si sering tak mau tampil di depan publik. Apalagi sejak menjabat Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri 3 Februari 2017, pria kelahiran 14 Agustus 1968 di Makassar ini sangat irit bicara. Memang tugas yang diembannya di direktorat baru itu tantangannya cukup kompleks (complicated).

Fadil Imran yang sebelumnya menjabat Wadir Tipideksus segera menyusun road map atau cetak biru dalam upaya penyidikan kasus-kasus pidana siber terutama yang menyangkut berita-berita hoaks di media sosial termasuk adanya ujaran kebencian (hate speech) atau fitnah terhadap tokoh politik, pemerintahan serta pimpinan negara seperti presiden dan keluarganya.

Memang sejak beberapa waktu belakangan ada oknum-oknum atau kelompok-kolompok tertentu entah by design melakukan serangan atau propaganda menyerang kehormatan kelompok lawan politik atau pejabat pemerintah termasuk Presiden Joko Widodo.

Berkat kepiawaian Brigjen Fadil Imran, kelompok-kelompok penyebar ujaran kebencian termasuk fitnah ini berhasil digulung Dittipidsiber Bareskrim Polri. Mereka yang pertama diringkus Kelompok Saracen yang berpusat di Riau tapi anggotanya tersebar di berbagai daerah.

Kelompok Saracen secara masif menyerang melalui medsos pejabat pemerintah, partai tertentu terutama pendukung pemerintah termasuk Presiden Jokowi dan keluarga dengan tuduhan fitnah yang tidak berdasarkan fakta. Opini negatif ini dimaksudkan untuk menciptakan ketidakstabilan jalannya pemerintahan saat ini.

Sejumlah anggota kelompok Saracen sudah ditangkap dan diadili, tapi tidak terungkap siapa yang mendanai aksi-aksi mereka. Padahal dalam pemeriksaan awal kelompok ini mengaku dibayar untuk melakukan kegiatan tersebut.

Kelompok kedua yang baru-baru ditangkap yaitu Muslim Cyber Army (MCA). Kelompok ini seperti kelompok pertama Saracen juga punya target menyerang melalui medsos pejabat pemerintah dan parpol serta Presiden Jokowi, dengan tuduhan dan fitnah yang tidak berdasarkan bukti yang akurat.

“Pengungkapan kedua kelompok ini dilakukan, karena kegiatan mereka telah menciptakan suasana yang kurang kondusif. Kami menangkap mereka untuk terciptanya suasana aman di tanah air,” tutur Fadil Imran yang juga mantan Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya ini.

Diakui Fadil, pengungkapan kasus ini berkat patroli Siber yang terus dilakukan pihaknya bekerja sama dengan satuan tugas Polri lainnya seperti Biro Multi Media Divisi Humas Polri dan Baintelkam Polri.

“Pengungkapan kasus ini berkat kerja sama tim. Kami sebagai eksekutor dalam proses penyidikan untuk membawa kasus ini ke pengadilan,” tandas mantan Direktur Kriminal Umum Polda Kepri ini.

Lulusan Akpol 1991 yang juga termasuk dalam kelompok pertama yang dipromosi berpangkat bintang satu, mengakui keberhasilannya dalam tugas berkat dukungan anggota, terutama mereka yang ada di lapangan.

“Mereka siang malam mencari tersangka sambil mengumpulkan bukti. Setelah bukti-bukti dan saksi didapat kemudian dilakukan penangkapan,” jelas Pati Polri bergelar doktor jurusan kriminologi Universitas Indonesia ini.

Suami dari Ina Adiati sekaligus ayah Wulan Purnamasari dan
Farah Putri Nahlia mengaku cita-citanya setelah purna tugas dari Polri ialah menjadi pengajar atau dosen. Bakat intelektual Dr Fadil Imran memang telah ditularkan kepada kedua putrinya.

Anak pertama Wulan Permata Sari sudah bergelar master (S2) dari perguruan tinggi ternama di Inggris, begitu juga adiknya
Farah Putri Nahlia yang juga lulusan universitas tertua di negeri yang sama.

“Saya dan ibu mereka tidak mengarahkan mereka menjadi apa. Mereka punya pilihan hidup masing-masing,” tutur Fadil Imran.

Setelah setahun lebih menjabat Direktur Siber, sejak tanggal 8 Maret 2018 Brigjen Dr Fadil Imran MSi mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri.

Semoga tantangan tugas yang dihadapi di tempat yang baru lebih memberikan warna tersendiri bagi Fadil Imran dalam kesuksesan dan prestasi di masa mendatang. (Nico)

Comments

Most Popular

To Top