Beritabuana.co

Headline

Buat Bamsoet, Kesetaraan Gender Adalah Isu Kemanusiaan Dalam Artian Luas

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (Dok. Pemberitaan DPR)

Ketua DPR Bambang Soesatyi didampingi Wakil Ketua Fadli Zon dan Ketua BKSAP DPR, Nurhayati saat memberikan penghargaan pada perayaan International Women’s Day 2018. (Dok. Pemberitaan DPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah merumuskan dan menerapkan berbagai strategi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan peran kaum perempuan, salah satunya dengan memperkenalkan sistem yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif. Sayang, peluang tersebut tidak dimanfaatkan maksimal.

Demikian dikatakan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet saat membuka perayaan International Women’s Day 2018 di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu (14/3).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menjadi Keynote Speaker, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf serta para anggota DPR RI.

Selain itu, hadir pula para Duta Besar Negara Sahabat, antara lain Mexico, Canada, Bangladesh, Spanyol, Jordan, Panama, Serbia, Ceko, Yaman, Suriname, Pakistan, Kuwait, Brazil, Hungaria, Norwegia, Jepang, Portugal, Iran, Bulgaria, Colombia, Bosnia, Palestina, Irak, Myanmar, Rusia.

Melanjutkan sambutannya, Bamsoet menyebutkan saat ini, hanya 97 perempuan dari 560 total anggota DPR atau hanya 17,1 persen yang lolos menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019. Namun, untuk mempromosikan serta mendorong pencapaian kesetaraan dan keadilan gender, DPR telah membentuk Kaukus Perempuan Parlemen dan Kaukus Politik Perempuan Indonesia.

“Bagi saya, kesetaraan gender bukanlah isu perempuan semata, melainkan isu sosial dan kemanusiaan dalam artian yang lebih luas. Kesetaraan gender merupakan gerakan global dimana laki-laki dan perempuan harus sama-sama dilibatkan. Meliputi hak manusia yang paling mendasar, yaitu hidup tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Bamsoet menjelaskan bahwa DPR dalam menjalankan fungsi legislasi juga turut melindungi kaum perempuan. Diantaranya dalam pembentukan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan perlunya pemberdayaan perempuan, serta Undang-Undang tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya menjamin kesehatan reproduksi perempuan. “Tak hanya itu, saat ini DPR juga tengah membahas RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual,” tambahnya lagi.

Kesempatan itu, Bamsoet tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dinilainya telah menempatkan kaum perempuan terbanyak dalam Kabinet pemerintahan.

“Presiden Jokowi, telah memberikan tauladan dan kepercayaan bahwa kaum perempuan juga bisa berkarir di eksekutif,” ucapnya.

Dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, sebanyak delapan perempuan pilihan Presiden Jokowi di Kabinet Kerja telah membuktikan kinerjanya dalam menempati posisi kementerian yang sangat penting, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Memeriahkan perayaan International Women’s Day kali ini, DPR memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo yang telah menempatkan kaum perempuan terbanyak dalam kabinet kerjanya. DPR juga memberikan penghargaan kepada Sri Mulyani sebagai wanita paling berpengaruh di Republik Indonesia.

Kemudian, kepada DPRD Provinsi Riau karena memiliki jumlah anggota DPRD perempuan terbesar secara nasional. Sedangkan, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Parantu dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti diberikan penghargaan atas pencapaian mereka sebagai Bupati Perempuan yang terpilih selama dua periode berturut-turut. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top