Beritabuana.co

Otomotif

Sensasi Di Balik Kemudi Mitsubishi Xpander

BERITABUANA.CO, SEMARANG – Mitsubishi Xpander memang bukan MPV biasa karena secara konsep menggabungkan antara desain SUV dan MPV. Konsep ini ternyata diterima pasar terbuktipenjualan wholesales-nya tembus 10.000 unit pada Februari 2018.

Untuk membuktikan tampilan dan performa dari Xpander beritabuana.co diajak untuk merasakan sensasinya. Mulai dari Yogjakarta, Merapi, Ambarawa sampe Semarang selama 3 hari 7 – 9 Maret 2018.

Desain, fitur dan teknologi yang diusung seperti memberi jawaban atas kejenuhan pasar di segmen yang dimasuki Xpander. Hal ini kemudian membuat konsumen bertanya-tanya, bagaimana performa Xpander sebenarnya.

Foto : Savor

Masih dalam agenda media test drive Yogyakarta- Semarang selama tiga hari (7-9/3), beritabuana mendapat giliran merasakan Xpander sebagai penumpang dan duduk di kabin tengah yang luas dan tidak membuat kaki lelah karena kaki tertekuk.

Selain itu, sandaran kursi di baris kedua juga dirancang dengan pembagian 60:40 dan sandaran kursi baris ketiga dibagi 50:50 yang dapat dilipat dengan mudah untuk mengatur kursi dan koper dalam berbagai kombinasi.

Yang menarik kabin Xpander sangat senyap sehingga suara bising tak mengganggu penumpang. Setelah puas mengulas interiornya sebagai penumpang, kini saatnya bercerita bagaimana performa MPV Mitsubishi rakitan Cikarang ini.

Saat masuk ke dalam kabin terlihat berbeda, terutama pada sistem hiburan. Untuk tipe ini sudah tersedia sistem audio 2 DIN untuk menjaga suasana hati selama di perjalanan. Jumlah tombol yang tersimpan pada lingkar. Kualitas material yang digunakan secara keseluruhan hampir sama dengan mobil sekelas. Tak ada yang istimewa.

Foto:Savor

Menyalakan jantung penggeraknya sangat mudah, cukup dengan menekan tombol engine start/stop terletak pada dasbor yang terletak di sisi kanan pengendara, sembari menginjak pedal rem. Mobil pun digerakkan dengan kecepatan sedang.

Xpander yang menyimpan mesin DOHC 1.500cc transmisi otomatis lima percepatan mempunyai sistem perpindahan gigi yang halus. Mesin ini memiliki karakter responsif ketika pedal gas diinjak dalam-dalam. Getaran mesin juga terasa minim sampai ke kabin penumpang, dan kabin sangat senyap saat mobil bergerak mulai kecepatan rendah sampai sedang.

Beragam jenis jalur saya lalui ketika berada di balik kemudi Xpander. Mulai dari jalan landai di perkotaan hingga menuju lokasi dengan melewati kontur jalan menanjak yang dihiasi banyak tikungan dan bergelombang.

Mobil tetap berjalan lancar tidak kehilangan tenaga di tanjakan meski membawa beban empat penumpang dewasa, beserta tas-tas besar yang berisi barang pribadi. Xpander mempunyai performa mesin bertenaga 104 ps pada 6.000 rpm dan torsi puncak 141 Nm pada 4.000 rpm yang memutar kedua roda depan.

Nyatanya, tidak bisa ada yang didebat rancang bangun gerak roda depan yang digunakan Xpander. Tenaga-tenaga yang dibagikan ke dua roda depan sanggup menggerakkan bodi mobil. Mobil tetap berjalan normal dan tidak perlu diragukan lagi.

Perjalanan terus berlanjut. Rasa penasaran mengetahui kelebihan lain mobil ini masih cukup besar untuk di eksplorasi. Pedal gas terus saya injak sembari terus memegang lingkar kemudi yang sudah dilapisi bahan kulit.

Untuk mendapat kenyamanan berkendara dengan Xpander rasanya tidak sulit, sebab kemudi dapat diatur tinggi dan rendahnya. Mengaturnya cukup menggeser tuas yang ada pada leher kemudi.

Savor

 

Kemudi juga terasa ringan tapi mantap digemgam saat mengajak mobil ini bermanuver. Ini karena dibantu sistem kemudi electronic power steering yang menyuguhkan respon sesuai keinginan pengemudi.

Tadinya ada keraguan untuk memacu mobil Xpander hingga 160 Km tapi saat gas di bejek hingga top sped tidak ada rasa limbung. Gejala limbung hampir tidak terasa pada mobil ini. Padahal struktur suspensi yang digunakan tak jauh berbeda dari mobil sekelas.

Tapi yang paling berkesan menurut kami adalah kemampuan kaki-kaki Xpander meredam guncangan saat melewati jalur bergelombang. Mengadopsi sistem suspensi di Lancer EVO X, keunggulan ini paling mencolok bila dibanding dengan Low MPV merek lainnya.

MPV yang punya ground clearance cukup tinggi ini bisa meliuk lincah membelah jalur tapi penumpang di dalamnya tetap merasa nyaman. Perjalanan dari Yogyakarta ke Semarang dengan menggunakan mobil ini bisa dibilang mengasyikan. Kenyamanan dan kesenangan berkendara. Kalau gak yakin, kenapa gak mencoba sendiri. (Lsw)

Comments

Most Popular

To Top