Beritabuana.co

Headline

Tersangka Korupsi Dapen Pertamina Rp1,4 Triliun, Betty Halim Terancam Ditahan

Jampidsus Adi Toegarisman

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman mengatakan, pihaknya akan menahan Betty Halim, tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina sebesar Rp1,4 triliun.

Meski demikian, Adi masih menunggu usulan tim penyidik kapan surat penahanan terhadap pemilik PT Millenium Dana Sekuritas tersebut dikeluarkan.

“Untuk penahanan ya tergantung kebutuhan. Nanti kita lihat, bagaimana usulan tim penyidiknya,” ujar Adi terkait penahanan tersangka Betty Halim, di Gedung Bundar Kejagung, Kamis (8/3).

Dalam kasus ini, tim penyidik sebelumnya juga telah menetapkan dan menahan dua tersangka lain. Yakni, mantan Presdir Dana Pensiun PT Pertamina, M Kamal Lubis dan Direktur Oltus Holding, Edward Soeryadjaya.

Berdasarkan informasi, tersangka Betty Halim merupakan salah satu broker yang diduga menjerumuskan Pertamina untuk membeli saham perusahaan PT Sugi Energi yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 599,29 miliar.

Meski demikian, Jampidsus belum menjelaskan mengenai peran yang bersangkutan sebagai pemilik perusahaan dengan nama baru PT Sinergi Millenium Sekuritas.

Sementara itu terkait proses hukum terhadap Edward Soeryadjaya dan M Kamal Lubis, saat ini sedang berjalan. Untuk tersangka Edward masih dalam proses penyidikan, sedangkan tersangka Kamal Lubis kini dalam proses penuntutan.

Sebelumnya Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Warih Sadono mengakui, sejauh ini pihaknya belum menemukan seluruh aset milik Edward.

Pasalnya, penyimpangan dana pensiun itu diduga tidak hanya dipergunakan oleh tersangka untuk membeli saham PT Sugi Energi, melainkan juga untuk keperluan membayar hutang.

“Uang yang dibelikan saham itu digunakan untuk membayar hutang di bank. Tapi kita masih telusuri pembelian-pembelian aset lainnya,” kata Warih beberapa waktu lalu. Warih juga mengaku saat ini tengah mendalami asal muasal aset milik tersangka Kamal Lubis.

Kasusnya sendiri bermula dari adanya penggunaan dana pensiun untuk kepentingan pembelian sejumlah saham. Saham-saham itu dibeli dari PT SUGI Energi, PT MYRX, PT ELSA dan PT KREN senilai Rp 1, 351 triliun. Padahal, perusahaan-perusahaan itu diduga sedang mengalami guncangan.

Bukan memberikan keuntungan, pembelian saham itu justru malah merugikan negara. Berdasarkan hasil audit BPK, kerugian negara dari pembelian saham itu diketahui sebesar Rp 599,29 miliar.

Jumlah ini baru terkait satu transaksi, yakni pembelian saham PT Sugi Energi.

Sedangkan kerugian negara dalam pembelian saham PT MYRX, PT ELSA dan PT KREN, saat ini masih dihitung oleh lembaga audit negara itu. Oisa

Comments

Most Popular

To Top