Beritabuana.co

Nusantara

Ingin Berantas Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak, Kapolres Batu: Pelaku Harus Dihukum Berat

BERITABUANA.CO, BATU- Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto seakan tidak pernah kehabisan ide dan inovasi dalam menjaga keamanan Kota Batu. Setelah inovasi berupa keberadaan Polisi Pariwisata, sambang warga, pemasangan CCTV untuk antisipasi kejahatan, kini masuk ke tataran implementasi dengan menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) tentang perlindungan perempuan dan anak.

Kapolres Batu mengatakan acara FGD ini digelar sebagai bentuk rasa empati kepada korban kekerasan terutama perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Batu.

“Kenapa kegiatan ini kita lakukan karena berangkat dari beberapa kejadian,” kata Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto dalam sambutannya sebagaimana video yang dikirimkan kepada www.beritabuana.co, Kamis (8/3).

Tema FGD yang diambil adalah ‘Bersama Mengakhiri Kekerasan kepada Peremuan dan Anak’. “Ini dasar hukumnya UU nomor 7 tahun 1984 penghapusan segala diskrimnisasi terhadap wanita/perempuan dan UU nomor 23 tahun 2002 yang dirubah UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” ucap mantan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan ini.

Rahasiakan Identitas Korban

Terkait ini, lanjut AKBP Budi, Polres Batu akan memberdayakan unit PPA dalam menangani hal tersebut.”Saya ingin memberdayakan Satreskrim saya disni ada unit PPA yang sudah mulai kita terapkan tentang pemeriksan dimana korban itu harus sesuai dengan jenis kelaminnya,” jelas AKBP Budi.

Artinya, jika korban kekerasan, eksploitasi dan pelecehan itu wanita yang pemeriksaan nantinya adalah polwan, jika korban laki-laki yang memeriksa juga dari polisi laki.

“Kita tempatkan diruangan khusus yang tidak boleh berbaur dengan pemeriksaan saksi lain, dan yang paling utama adalah identitas korban akan sangat kami rahasiakan,” ucap Alumni Akpol 2000 ini.

Kapolres lalu sedikit bercerita bahwa dalam satu bulan belakangan ini, Polres Batu telah menangani lima kasus terkait pelecehan anak.

“Mohon maaf, kami dalam satu bulan terakhir menangani lima kasus korban anak yang dilecehkan, sehingga ini menggugah kami untuk melakukan kegiatan yang sifatnya untuk sama sama memerangi memberantas ini,” tutur Kapolres.

Dalam kegiatan ini, kami membuat inovasi yang sebenarnya sudah lama terlaksana, pertama rumah perlindungan, kedua pemulihan psikis korban pasca kejadian.

“Kami juga berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk bisa menuntut secara maksimal hukuman kepada para pelaku kekerasan dan pencabulan terhadap anak, ini kita lihat ada 15 tahun penjara, enam tahun dan minim lima tahun. Kami konsen peduli, ini bukan intervensi tapi kita menjalin komunikasi,” tutup mantan Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya ini. (Kds)

Comments

Most Popular

To Top