Beritabuana.co

Nusantara

Asyik Nikmati Asap Setan di Ruang Kantor, 2 Okum ASN Pemkab Banjar di Cokok

Ilustrasi

BERITABUANA.CO, MARTAPURA -Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan honorer kembali disasar polisi dari Satuan Reserse Narkotika dan Obat-Obatan Berbahaya Kepolisian Resor Banjar, Kalimantan Selatan. ASN yang berinisial RH ini di cokok saat sedang asyik menikmati asap setan (sabu) tersebut

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanette, di Martapura, Sabtu (24/2/2018), menjelaskan, RH berstatus sebagai ASN Pemkab Banjar dan seorang lagi rekannya FR, yang masih berstatus honorer.

Soal proses penangkapannya sendiri, Kapolres menjelaskan, bahwa penangkapan dilakukan, Jumat (22/2/2018) sore di salah satu ruangan Sekretariat Pemkab Banjar dan ditemukan paket sabu-sabu dan peralatan hisap (bong) yang diduga habis dikonsumsi keduanya.

“Saat dilakukan penangkapan keduanya tidak bisa mengelak karena ditemukan sisa paket sabu-sabu dan peralatan isapnya,” jelas Kapolres.

Kemudian, saat itu juga petugas melakukan pemeriksaan di ruang kerja tersangka, petugas juga menggeledah sepeda motor milik keduanya, tetapi tidak ditemukan barang bukti narkoba lainnya.

“Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang ditemukan hanya di ruangan kerja tersangka, dimotornya tidak ada. Setelah itu, keduanya langsung di bawa petugas ke mapolres dan ditahan,” ucap Kapolres.

Penyelidikan Satu Bulan

Kapolres pun menerangkan bahwa , penangkapan satu ASN dan honorer Pemkab Banjar yang terlibat penggunaan sabu-sabu dilakukan melalui penyelidikan mendalam selama satu bulan terakhir.

Pihaknya mendapatkan informasi mengenai beberapa pegawai di lingkup Pemkab Banjar mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di lingkungan perkantoran setempat.

“Penyelidikan dilakukan selama satu bulan dan saat penangkapan kami sudah mendapatkan informasi keduanya tengah memakai sabu-sabu sehingga pada saat ditangkap ada barang bukti,” ujarnya.

Dikatakan, keduanya dikenakan melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas 4 tahun penjara.

“Keduanya ditahan di sel Mapolres Banjar dan kami masih mengembangkan kasusnya terutama untuk mengungkap jaringan pengedar yang menjual sabu-sabu itu,” kata Kapolres. (Mar)

Comments

Most Popular

To Top