Beritabuana.co

Ekbis

Kerja Sama Investasi dan Vokasi Industri, Menperin: Singapura Miliki Peran Strategis

Istimewa

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato menyatakan, Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan kerja sama di bidang investasi dan pendidikan vokasi, khususnya untuk sektor industri. Kerjasama dilakukan untuk memperkuat kemitraan kedua negara dalam rangka saling melengkapi potensi ekonomi yang sangat besar.

“Singapura merupakan salah satu negara tetangga yang memiliki peran strategis bagi kepentingan Indonesia maupun kawasan,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/2/2018).

Menperin menjelaskan, di bidang investasi, pihaknya telah mendorong Singapura agar dapat terus mengembangkan pembangunan kawasan industri di daerah lain Indonesia, yang konsepnya terintegrasi serupa dengan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.

”Kami menawarkan di Kalimantan Utara (Tanah Kuning), Sumatera Utara (Kuala Tanjung) dan Sulawesi Utara (Bitung),” tuturnya.

KIK ini sebagai proyek patungan antara pelaku industri Singapura dan Indonesia. Sebelumnya sudah dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong pada 14 November 2016.

Nilai investasi di kawasan seluas 2700 hektar ini mencapai USD360 juta. “Sampai Januari 2018, KIK telah menarik sebanyak 39 investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, China dan Jepang dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 1.950 orang,” ungkap Menperin. Ditambahkan, Perusahaan-perusahaan tergabung bergerak di sektor industri furnitur, makanan, kemasan makanan, baja, label printing, dan boneka.

“Pada pertemuan dengan Menlu Singapura, kami juga membahas mengenai Bilateral Investment Treaty dan negosiasi pembaharuan Double Taxation Agreement,” ujar Menperin.

Pada tahun 2017, Singapura mejadi investor kedua terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia hingga USD2,05 miliar.
Di samping upaya peningkatan investasi, Indonesia-Singapura menjalin sinergi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi.

Contohnya, kata Menperin, pembangunan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di KIK yang rencananya tahun ini menerima mahasiswa baru sebanyak 96 orang untuk tiga prodi.

Kemudian, lanjutnya, komitmen kerja sama di bidang pendidikan vokasi, juga terimplementasi melalui penandatanganan MoU antara Menperin RI dengan Menteri Pendidikan Singapura, Technical Arrangement (TA) antara Sekjen Kemenperin dengan Direktur Kampus Institute of Technical Education (ITE) Singapura, dan Collaborative Agreement antara Kapusdiklat Industri dengan ITE Education Services (ITEES) Singapura.

“Langkah tersebut sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi untuk mendororong setiap kawasan industri baru dilengkapi dengan fasilitas pendidikan vokasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menperin menyampaikan, sebanyak 25 kepala sekolah dan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Indonesia akan mengikuti pelatihan kepemimpinan di Kampus ITE Singapura.

”Leadership Training Workshop ini dilaksanakan di Kampus ITE Singapura mulai tanggal 19 Februari-3 Maret 2018,” ucapnya.

Peserta tersebut terdiri dari guru produktif di bidang permesinan, tehnik pemanfaatan instalasi tenaga listrik dan tehnik otomasi industri. Mereka di antaranya berasal dari SMK di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. (Kds)

Comments

Most Popular

To Top