Beritabuana.co

Militer

Hobi Offroad Mempermudah Tugas Sang Pangdam Menembus Daerah Terpencil

BERITABUANA.CO, PALEMBANG – Pangdam II/ Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto yang mencitai Offroad sebagai hobinya tersebut ternyata bisa menjadi pendukung tugas-tugasnya menyambangi wilayah-wilayah pelosok yang tidak bisa jangkau kendaraan biasa.

Offroad dapat dimasukkan ke dalam salah satu jenis olah raga otomotif yang memerlukan keahlian pengemudinya serta ketahanan kendaraan dalam menghadapi alam dan jalan ekstrim yang kadang harus melalui terjalnya bebatuan serta jalan yang berlumpur.

Untuk melibas semua medan ini biasanya digunakan kendaraan SUV 4×4 atau kendaraan berpenggerak empat roda ini menjadi sensasi tersendiri bagi para Offroader, sebutan untuk pelaku olahraga ini. Dengan kata lain, para Offroader akan merasa puas dan bahagia, jika mereka berhasil menaklukkan bahaya atau medan menantang yang terhampar dihadapan mereka.

Olah raga inilah menjadi hobi Pangdam II/ Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto, “ya, Saya memang penghobi berat olahraga Offroad.”

“Setiap Offroader pasti punya kepuasan sendiri, jika berhasil menaklukkan medan menantang yang mereka hadapi,” ujar jenderal TNI berbintang 2 tersebut.

Dan satu hal lagi, ungkap Putra Jawa Timur Kelahiran Jember 26 Februari 1964 ini, ternyata hobinya menekuni olahraga Offraod sangat mendukung tugas-tugasnya selaku Pangdam II/Sriwijaya. Utamanya saat harus melaukan kunjungan kerja atau kegiatan bakti sosial di pelosok-pelosok desa, yang aksesnya masih sulit ditembus.

“Dengan dukungan rekan-rekankomunitas 4×4, saya pun dapat melakukan kunjungan atau bakti sosial, sampai jauh ke pelosok desa, dan pedalaman,” jelasnya sambil tersenyum.

Salah satu contoh kegiatan Kodam Sriwijaya ke wilayah pelosok yang didukung sepenuhnya oleh rekan-rekan Offroader adalah, saat menyasar Desa Kerung, di Kabupaten Lahat. Lokasi Baksos yang sulit dijangkau, ternyata tidak menjadi halangan berkat keberadaan para Offrader, yang mampu menaklukkan medan yang cukup sulit.

“Bukan tanpa alasan, jika Desa Kerung kami jadikan lokasi Baksos pembuatan sumur bor. Sekadar mengingatkan, pada tahun 2015 lalu, desa ini pernah mengalami krisis air yang parah, sehingga sempat memantik konflik antarwarga, lantaran berebut air bersih,” ungkap suami dari Aria Prasetya, dan ayah dari 2 putri ini.

“Saya bangga melakukan kegiatan bersama anggota komunitas 4×4, karena tidak perlu pikirkan status. Semua mempunyai kesempatan yang sama, dalam melakukan hal hal yang positif. Hikmahnya dalam kehidupan ini saling membantu, dan saling menghargai,” tambahnya.

Dijelaskannya pula, Kodam II/Swj adalah wilayah yang paling luas, diantara Kodam lainya, yang memiliki 5 Korem yang terbagi dalam 5 Propinsi, dan tidak semua wilayah bisa dijangkau oleh mobil dinas biasa. Kendala ini teratasi, dengan merangkul para Offroader, maupun kawan kawan dari Perbakin, termasuk Pemda maupun Polri untuk saling bahu membahu memberikan dukungan, dan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal jauh di pelosok wilayah.

“Sambil menyalurkan hobi, sekaligus juga bisa menjalankan tugas-tugas utama sebagai anggota TNI dalam membantu masyarakat,” tandas penggagas dan pendiri JFO Driving Skill Area, di Jasdam II/ Swj KM 9 Palembang, yang juga instruktur bersertifikat IOF tersebut.

Di luar kegiatan Baksos, jajaran Kodam II/Sriwjaya juga aktif memberikan bantuan kesehatan dan pengobatan, di antaranya memberikan bantuan operasi jantung bocor terhadap Melisa yang berusia 11 tahun dari Curug Bengkulu, operasi jantung bocor erhadap Kiswah usia 5 bulan dari Bangka, maupun bantuan-bantuan lainnya yang ditujukan kepada warga kurang mampu.

Materi ada koreksian dikit dari Kapendam II/Swj Kolonel Inf Choiril Anwar mengenai Tugas yang pernah di Emban Mayjen Putranto ! Tolong ya naskah dibenerin pada Alenia terakhir

Dikenal sebagai Jenderal penghobi berat Offroad, Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos. lantas menjadikan hobinya itu, sebagai pendukung tugas-tugasnya dalam menyambangi dan berbuat untuk mengatasi kesulitan rakyat, khususnya di wilayah-wilayah pelosok dan sulit dijangkau oleh kendaraan biasa.

Offroad, dapat dimasukkan kedalam salah satu jenis olah raga ekstrim. Pasalnya, selain menantang dan berbahaya, Mobil 4×4 tersebut juga bisa membawa penggilanya mengenal sekaligus menaklukkan keganasan alam. Bagi anda yang tidak menggemari olah raga ekstrim ini pasti akan bertanya-tanya. Kalau memang berbahaya, lalu kenapa Offroad bisa begitu disukai ?

Ternyata, bahaya dan tantangan inilah yang ternyata menjadi sensasi tersendiri bagi para Offroader, sebutan untuk pelaku olahraga ini. Dengan kata lain, para Offroader akan merasa puas dan bahagia, jika mereka berhasil menaklukkan bahaya atau medan menantang yang terhampar dihadapan mereka.

Anda masih tidak percaya juga ?. Tanya saja pada Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos yang memang dikenal sebagai jenderal penghobi berat Offroad. “Ya, saya memang penghobi berat olahraga Offroad,” ujar jenderal TNI berbintang 2 tersebut. “Dan setiap Offroader pasti punya kepuasan sendiri, jika berhasil menaklukkan medan menantang yang mereka hadapi,” imbuhnya.

Dan satu hal lagi, ungkap Putra Jawa Timur Kelahiran Jember 26 Februari 1964 ini, ternyata hobinya menekuni olahraga Offraod sangat mendukung tugas-tugasnya selaku Pangdam II/Sriwijaya. Utamanya saat harus melakukan kunjungan kerja atau kegiatan bakti sosial di pelosok-pelosok desa, yang aksesnya masih sulit ditembus.

“Dengan dukungan rekan-rekan dari komunitas 4×4, saya pun dapat melakukan kunjungan atau bakti sosial, sampai jauh ke pelosok desa, dan pedalaman,” jelasnya sambil tersenyum.

Salah satu contoh kegiatan Kodam II/Sriwijaya ke wilayah pelosok yang didukung sepenuhnya oleh rekan-rekan Offroader adalah, saat menyasar Desa Kerung, di Kabupaten Lahat. Lokasi Baksos yang sulit dijangkau, ternyata tidak menjadi halangan berkat keberadaan para Offrader, yang mampu menaklukkan medan yang cukup sulit.

“Bukan tanpa alasan, jika Desa Kerung kami jadikan lokasi Baksos pembuatan 2 unit sumur bor. Sekadar mengingatkan, pada tahun 2015 lalu, desa ini pernah mengalami krisis air yang parah, sehingga sempat memantik konflik antar warga, lantaran berebut air bersih,” ungkap suami dari Aria Prasetya dan ayah dari 2 putri ini.

“Saya bangga melakukan kegiatan bersama anggota komunitas 4×4, karena tidak perlu pikirkan status. Semua mempunyai kesempatan yang sama, dalam melakukan hal hal yang positif. Hikmahnya dalam kehidupan ini saling membantu, dan saling menghargai,” tambahnya.

Dijelaskannya pula, Kodam II/Sriwijaya adalah wilayah yang paling luas, diantara Kodam lainya, yang memiliki 5 Korem yang terbagi dalam 5 Propinsi dan tidak semua wilayah bisa dijangkau oleh mobil dinas biasa. Kendala ini teratasi, dengan merangkul para Offroader, maupun kawan kawan dari Perbakin, termasuk Pemda maupun Polri untuk saling bahu membahu memberikan dukungan, dan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal jauh di pelosok wilayah.

“Sambil menyalurkan hobi, sekaligus juga bisa menjalankan tugas-tugas utama sebagai anggota TNI dalam membantu masyarakat,” tandas penggagas dan pendiri JFO Driving Skill Area, di Jasdam II/Sriwijaya KM 9 Palembang Prov. Sumsrl, yang juga instruktur bersertifikat IOF tersebut.

Di luar kegiatan Baksos, jajaran Kodam II/Sriwjaya juga aktif memberikan bantuan kesehatan dan pengobatan, diantaranya memberikan bantuan operasi jantung bocor terhadap Melisa yang berusia 11 tahun dari Curug Prov Bengkulu, operasi jantung bocor terhadap Kiswah usia 5 bulan dari Pangkalpinang Prov. Bangka Belitung, operasi tulang hidung bocor (Meningoencephalocele) terhadap Bambang Irawan (17 th) dari Ogan Komering Ilir (OKI), maupun bantuan-bantuan lainnya yang ditujukan kepada warga kurang mampu.

“Tentunya, semua kegiatan positif itu kita lakukan dengan ketulusan hati para prajurit Kodam II/Sriwijaya, yang berada di lapangan, baik Danrem, Dandim, Danramil serta para Babinsa,” tandas alumni Akabri 1987 yang pernah menjabat sebagai Danbrigif Linud 18/2/Kostrad di Jabung Malang, Danmentar Akmil di Magelang, Danrem 061/Suryakancana di Bogor, Komandan PMPP TNI di Sentul Bogor dan Pangdivif-1/Kostrad di Cilodong tersebut. (Badar Subur)

Comments

Most Popular

To Top