Beritabuana.co

Metropolitan

Masyarakat Pusing, Kepala Daerah Korupsi Lagi

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Masyarakat ternyata mengelus dada tanda prihatin mendengar masih adanya kepala daerah yang dijaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan menerima suap. Peristiwa terakhir adalah Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Dalam 10 hari ini, ada tiga kepala daerah termasuk Bupati Subang yang dicokok komisi anti rasuah.

“Ngelu ndas ku, pusing kepala ku, dengar kabar ada yang kena OTT lagi. Urusan korupsi lagi. Parah,” ujar Ugik Kurniadi dalam status facebook yang diposting nya, Rabu (14/2/2018) kemarin.

Menurut aktivis politik yang juga seorang swasta ini, kepala daerah terjerumus korupsi sebagai sebab akibat. Demokrasi yang berlaku saat ini belum mampu membangun partisipatoris anggota partai. Sehingga ada anggapan perlu mobilisasi massa, dan itu berarti biaya yang harus ditanggung kandidat pada pilkada seperti ongkos saksi.

“Itu baru satu masalah, belum atribut dan lain-lainnya. Itu juga yang mendorong mereka mau menerima suap setelah terpilih. Pokoknya ada urusan dengan biaya atau uang lah,” kata dia.

Untuk mencegah kepala daerah korupsi, Ugik Kurniadi melihat solusinya perlunya pembatasan biaya yang jor-joran pada waktu pilkada.

“Aku nggak bisa komen apa-apa. Aje gila deh. Satu belum rampung, eh, udah ada yang kena lagi,” kata Ugik yang menjadi Sekretaris Jenderal Persatuan Alumni GMNI ini.

Keprihatinan masyarakat aeperti disampaikan Ugik Kurniadi memang lumrah. Masalahnya, pada 3 Februari lalu, KPK baru menangkap Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko. Dia adalah calon bupati petahana yang kaausnya duduga terkait suap perizinan.

Kemudian, pada 11 Februari yang lewat, KPK kembali menangkap Bupati Ngada, Marianus Sae yang akan maju sebagai Cagub NTT. Dia diduga menerima uang suap proyek jalan di NTT.

Dan terbaru adalah Bupati Subang, Imas Aryumningsih, juga calon bupati petahana. Dia dicokok KPK karena diduga menerima suap terkait perizinan di lingkungan Pemkab Subang. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top