Beritabuana.co

Headline

AS-Inggris Salahkan Rusia, Terkait Siber NotPetya

BERITABUANA.CO, LONDON – Secara kompak Amerika Serikat dan Inggris menyalahkan Rusia, terkait serangan siber yang melanda dunia bisnis di seluruh Eropa pada tahun lalu. Inggris menuding Moskow melakukan perang informasi, sedangkan AS menuduh militer Rusia melancarkan serangan siber paling merusak dan mahal dalam sejarah.

Pernyataan dari sekretaris pers Gedung Putih, Jumat (16/2/2018), serangan yang dijuluki ‘NotPetya’, cepat menyebar ke seluruh dunia. Menyebabkan kerusakan miliaran dolar di seluruh Eropa, Asia, dan Amerika.

Ini adalah bagian dari upaya Kremlin untuk terus mengacaukan Ukraina dan menunjukkan keterlibatan Rusia yang lebih jelas dalam konflik yang sedang berlangsung. Ini juga merupakan serangan siber sembrono dan sembarangan yang akan menemui konsekuensi internasional.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris untuk keamanan siber Tariq Ahmad mengatakan pemerintah Inggris menilai bahwa pemerintah Rusia, khususnya militer Rusia, bertanggung jawab atas serangan siber NotPetya yang merusak pada Juni 2017.

Maraknya penyebaran perangkat lunak untuk merebut data berpusat di Ukraina yang terlibat konflik dengan separatis yang didukung Moskow. Perang ini menyebar ke perusahaan yang melakukan bisnis dengan Ukraina, termasuk perusahaan farmasi AS Merck, perusahaan pelayaran Denmark A.P. Moller-Maersk dan anak perusahaan FedEx TNT. Ahmad mengatakan bahwa serangan “sembrono” itu menelan biaya ratusan juta dolar.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson menuduh Rusia merusak demokrasi, merusak mata pencaharian dengan menargetkan infrastruktur penting, dan memberikan informasi tentang senjata dengan serangan siber yang jahat.

“Kita harus prima dan siap menghadapi ancaman yang mengancam dan intesif ini,” kata Williamson. (Daf)

Comments

Most Popular

To Top