Beritabuana.co

Headline

Kasus Kondensat Rugikan Negara Rp 38 Triliun, Jampidsus: Yakin Polri Bisa Hadirkan Honggo

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)  Adi Toegarisman menegaskan, pihaknya merasa optimis terhadap penyerahan tersangka kasus Kondensat, Honggo Wendratno, oleh tim penyidik Polri bersama dua tersangka lainnya kepada jaksa penuntut umum, dalam pelimpahan tahap dua. 

Meskipun Honggo Wendratno saat ini masih berada di luar negeri, pihaknya tetap yakin dengan upaya penyidik Polri dalam menuntaskan kasus tersebut.

“Ya kita masih tunggu (penyerahannya). Yakinlah, mereka pasti (penyidik Polri) punya sarana, prasarana dan akses ke Interpol (Polisi Internasional), ” kata Adi menanggapi perkembangan kasus dugaan korupsi Kondensat, di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung, Rabu (14/2).

Seperti diketahui, tersangka Honggo Wendratno, selaku Dirut PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) dikhabarkan saat ini masih berada di Singapura.

Sekalipun Mabes Polri sudah menerbirkan Red Notice (buronan internasional) yang juga disampaikan ke Kantor Pusat Interpol,  di Lyon,  Perancis, namun hingga kini tersangka belum juga ditangkap.

Karena itu, Adi menyatakan sikapnya sebagai jaksa penuntut umum hanya bisa menunggu pelimpahan tahap dua dari penyidik. (Bareskrim Polri).

“Kita bersikap agar pelimpahan tahap dua berkas perkara Kondensat itu dilakukan secara bersamaan dengan penyerahan para tersangkanya,” kata Adi menegaskan.

Kejagung pada Rabu (3/1) lalu menyatakan, bahwa berkas perkara kasus Kondesat yang diduga merugikan negara sekitar 2, 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS)  atau setara Rp38 triliun sudah lengkap (P-21).

Selain Honggo Wendratno,  juga telah ditetapkan dua tersangka lain oleh Bareskrim Polri. Yakni, mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono.

Meski demikian Jampidsus enggan mengomentari soal belum dipulangkannya Honggo ke Indonesia. Alasannya itu bukan kewenangannya melainkan institusi Polri.

“Jangan tanya itu ke saya. Itu bukan kewenangan saya,” kata Adi menandaskan.

Di Singapura,  selain Honggo tercatat masih ada terpidana kasus Cessie Bank Bali, Joko Sugiarto Tjandra dan beberapa buronan lain, termasuk Sjamsul Nursalim (kasus BLBI Bank BDNI) yang sampai akhirnya, penyidikan kasusnya dihentikan karena mendapat Surat Keterangan Lunas (SKL)  dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Terakhir,  La Nyala Mattalitti, tersangka kasus dana hibah Pemprov Jatim, tetapi dapat dipulangkan ke Indonesia setelah Kejagung mengajukan pencabutan paspor La Nyala kepada Ditjen Imigrasi. Sehingga pihak Imigrasi Singapura memulangkan La Nyala ke Indonesia.Oisa

Comments

Most Popular

To Top