Beritabuana.co

Legislatif

Geram Dengan Hoax, Bamsoet Minta Aparat Awasi Medsos Jelang Pilkada dan Pemilu 2019

Ketua DPR RI, Bambang Seosatyo. (Dok. Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Maraknya berita-berita hoax dan termasuk akun palsu di media sosial (medsos) yang disalahgunakan, menjelang digelarnya Pilkada serentak 2018 dan menyongsong Pemilu 2019, membuat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo geram.

“Banyak akun-akun palsu di media sosial akhir-akhir ini, yang bertujuan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech. Korbannya elite hingga level Presiden Jokowi. Terakhir, Presiden RI Kelima sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jadi korban hoax,” kata Bamsoet sapaan akrab politisi dari Golkar itu dalam siaran persnya, Rabu (14/2).

Karena itu, Bamsoet meminta Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bertindak, dan mendesak Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan pengawasan intensif terkait penyebaran fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Saya berharap Komisi I DPR melalui Kemenkominfo, memanggil penyedia media sosial dalam rapat dengar pendapat. Hal itu berguna untuk membahas persoalan tersebut dan menjadikan media sosial yang sehat dan netral,” ujarnya.

Selain itu, lanjut bekas Ketua Komisi III DPR RI itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), juga dinilainya harus bersikap objektif terhadap penyebar fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial. Yakni sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Masyarakat pun sebaiknya menggunakan akun media sosial secara bijak, dan melaporkan jika melihat akun-akun yang digunakan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech. Apalagi kalau terkait Pilkada dan Pemilu. Laporkan segera ke Kemenkominfo, BSSN, dan Kepolisian,” tegasnya.

Di sisi lain, Bamsoet juga menyoroti rendahnya minat baca dan kemampuan individu di dalam mengolah serta memahami informasi atau kemampuan literasi. Sebagai Pimpinan DPR, Bamsoet meminta Pemerintah untuk melakukan koordinasi antar kementerian dan lembaga.

Lantas dia berharap, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bekerja sama.

“Tujuannya membuat skema penguatan akses baca kepada masyarakat,” kata Bambang seraya berharap agar Pemerintah juga perlu melakukan inovasi terhadap akses baca melalui teknologi digital.

Pada tataran keluarga, Bamsoet berharap ada upaya untuk membudayakan gemar membaca sejak dini, mengingat hal tersebut adalah bagian dari pembangunan sumber daya manusia. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top